Polisi melakukan olah TKP di rumah pegawai KPP Pratama Manokwari yang dirampok di daerah Reremi, Distrik Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat, Selasa (11/11/2025). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pelaku pembunuhan berencana terhadap Aresty Gunar Tinarga, istri pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manokwari, terancam penjara seumur hidup atau hukuman mati.
Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manokwari, Kombes Pol Ongky Isgunawan, mengatakan penyidik telah menetapkan Yahya Himawan sebagai tersangka dalam kasus ini.
“Berdasarkan hasil penyelidikan serta barang bukti yang dikumpulkan, perbuatan tersangka memenuhi unsur Pasal 340, Pasal 338, dan Pasal 365 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),” ujar Ongky, Rabu.
Ongky menjelaskan tersangka merencanakan perampokan di rumah korban sejak Minggu (9/11) dan beraksi pada Senin (11/11) pukul 10.00 WIT. Motifnya dipicu karena tersangka menghabiskan upah sebagai buruh renovasi rumah sebesar Rp3,3 juta untuk judi online pada Sabtu (8/11).
“Tersangka berniat merampok rumah korban yang berjarak kurang lebih 300 meter dari lokasi renovasi, karena sebelumnya pernah melakukan pekerjaan pemasangan keramik dapur,” kata Ongky. “Tersangka pernah pasang keramik di rumah korban lebih dari satu minggu. Sehingga, tersangka hafal situasi lingkungan dan keadaan rumah korban.”
Tersangka mendatangi rumah korban dengan alasan ingin menanyakan kondisi keramik. Korban, yang sudah mengenal tersangka, mempersilakan masuk. Saat berada di belakang korban, tersangka mengeluarkan pisau dan mengancam korban agar menyerahkan uang Rp1 juta.
“Waktu korban persilahkan masuk, tersangka yang berjalan dari belakang korban langsung keluarkan pisau lalu ancam korban serahkan uang Rp1 juta,” ujarnya.
Korban sempat berbalik dan berteriak. Tersangka yang panik kemudian mendorong tubuh korban hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri beberapa detik. Saat korban mencoba melawan, tersangka menikam tubuh korban tiga kali di bagian depan sambil membekap mulut korban hingga tewas.
“Tersangka coba hilangkan jejak dengan membersihkan darah dan simpan tubuh korban dalam boks plastik,” kata Ongky.
Setelah itu, tersangka menggunakan telepon seluler korban untuk menghubungi mobil pikap, memindahkan sejumlah barang termasuk jasad korban ke rumah yang sedang direnovasi.
“Ada dua tempat kejadian perkara (TKP). TKP pertama rumah korban, dan TKP kedua itu tempat tersangka melakukan renovasi. Jasad korban dimutilasi lalu dimasukkan ke dalam septic tank di TKP kedua,” ujarnya.
Kepala Satuan Reskrim Polresta Manokwari, AKP Agung Gumara Samosir, menambahkan tersangka menggunakan akun Instagram korban untuk meminta tebusan Rp10 juta kepada suami korban.
“Tersangka minta uang tebusan ke suami korban, tapi tidak dikirim,” ucap Agung.
Kasus ini dilaporkan oleh suami korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manokwari pada Senin (10/11) sekitar pukul 18.00 WIT. Kepolisian masih mengembangkan kasus untuk memastikan keterlibatan pihak lain dan menelusuri rekam jejak tersangka.
“Supaya bisa diketahui apakah tersangka pernah melakukan tindak kejahatan serupa di tempat lain atau tidak,” kata Agung.
Taruna Nusantara Berduka
Sementara itu rekan alumni lainnya menuliskan, “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya bersaksi Ageth adalah orang baik. Selamat jalan, adikku. Semoga husnul khatimah, diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT, dilimpahkan pahala, dan dihapuskan segala kealphaan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.” tulis ben_wae20.
“Deepest deepest condolences. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah menempatkan Aresty di surga yang mulia. Aamiin”. tulis akun @irene.umar.
Rangkaian doa juga mengalir lewat akun Facebook Ikatan Keluarga SMA Taruna Nusantara (IKASTARA) yang menuliskan pesan duka, “Keluarga besar IKASTARA turut berduka cita atas berpulangnya Kakak Aresty Gunar Tinarga (TN XIII). Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan.”
Para sahabat juga tidak lupa memberikan harapan bagi keluarga dan sahabat yang ditinggalkan agar senantiasa diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan menghadapi ujian kehilangan ini.
Sebelumnya, diberitakan sebuah rumah milik pegawai pajak di Manokwari dirampok orang tak dikenal, Senin (10/11/2025), dan istrinya hilang diculik. Suami korban sempat menemukan jejak darah di sekitar rumahnya dan segera melapor ke pihak kepolisian.
Polisi sempat mengerahkan anjing pelacak untuk mencari jejak korban hilang, namun upaya itu belum membuahkan hasil. Hingga akhirnya korban ditemukan di sebuah septic tank rumah kosong yang berjarak 300 meter dari rumah korban.













