Wamenkomdigi Nezar: Starlink Gratiskan Internet Sebulan untuk Daerah Bencana di Aceh

Ibnu Medium.jpeg

Kamis, 11 Desember 2025 – 06:00 WIB

Petugas menariki kabel jaringan internet yang rusak akibat abnjir Desa Meunasah Krueng, kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (28/11/2025). (Foto: Antara)

Petugas menariki kabel jaringan internet yang rusak akibat abnjir Desa Meunasah Krueng, kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (28/11/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan bahwa sejumlah titik terdampak bencana di Provinsi Aceh menerima bantuan layanan internet satelit Starlink secara gratis selama satu bulan.

“Berdasarkan yang diumumkan oleh Starlink, untuk daerah bencana di Aceh selama satu bulan diberikan internet gratis,” ujar Nezar di Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).

Nezar menjelaskan, kebijakan ini merupakan inisiatif Starlink sebagai dukungan untuk wilayah terdampak bencana. Program serupa, kata dia, juga diterapkan di berbagai negara lain ketika terjadi krisis.

“Bukan cuma di Aceh atau Sumatra saja, tapi hampir di seluruh dunia. Di mana Starlink ada, mereka selalu memberikan bantuan seperti itu—digratiskan selama satu bulan,” terangnya.

Dipakai di Posko Bantuan Aceh: Latensi Terkadang Muncul

Internet satelit Starlink telah disalurkan di beberapa lokasi terdampak, termasuk Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Takengon. Fasilitas ini membantu warga menjaga konektivitas di posko bantuan, terutama untuk keperluan komunikasi darurat dan penyampaian informasi keluarga.

Nezar mengatakan layanan Starlink berjalan stabil, meski kadang mengalami peningkatan latensi akibat cuaca ekstrem.

52,4% BTS Sudah Aktif, Target 75% Selama Masa Darurat

Selain bantuan internet satelit, pemerintah terus memulihkan konektivitas lewat pemulihan Base Transceiver Station (BTS). Per 5 Desember 2025, dari total 3.414 BTS, sebanyak 1.789 BTS (52,4%) telah kembali beroperasi.

Pemerintah menargetkan pengaktifan 75% BTS selama masa tanggap darurat.

“Angkanya naik turun karena suplai listrik. Pernah 54 persen, pernah 62 persen. Target kita 75 persen,” jelas Nezar.

Koordinasi dengan PLN, Pertamina, dan Operator

Kemkomdigi terus berkoordinasi dengan PLN untuk pemulihan suplai energi, serta dengan Pertamina untuk penyediaan bahan bakar genset bagi BTS yang belum terhubung listrik.

Balai Monitoring Kemkomdigi bersama operator seluler, BNPB, pemda, TNI, dan Polri juga bergerak memetakan kebutuhan sinyal di wilayah terdampak.

“Tujuannya agar daerah yang masih kritis bisa ter-cover dan jalur bantuan logistik tetap lancar,” kata Nezar.

Topik
Komentar