Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, bertanding di final, Minggu (25/1/2026). Alwi menjuarai Daihatsu Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan pemain tunggal Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, 21-5, 21-6. (Foto: inilah.com/Bagas)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pelatih dan atlet Pelatnas PBSI mulai memberikan respons atas format baru turnamen BWF Super 1000 yang akan diterapkan mulai 2027. Format anyar tersebut mencakup penambahan jumlah peserta sektor tunggal menjadi 48 pemain di babak utama dengan sistem fase grup, serta durasi kompetisi yang diperpanjang menjadi 11 hari dari sebelumnya enam hari.
Pelatih tunggal putri Indonesia, Imam Tohari, mengaku sudah mendengar pengumuman resmi tersebut. Namun ia menegaskan masih perlu mempelajari secara rinci teknis pelaksanaannya sebelum memberikan analisis lebih jauh.
“Jujur saya juga baru tahu tapi belum pelajari lebih dalam soal pelaksanaannya bagaimana. Memang jadi 11 hari, tapi detailnya saya belum tahu. Jadi belum bisa kasih gambaran dan komentar akan seperti apa nantinya,” ujar Imam di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Imam menilai perubahan format tentu akan berdampak pada pola persiapan atlet, terutama dalam pengaturan program latihan dan manajemen stamina. Namun ia memilih menunggu kejelasan regulasi teknis sebelum menyesuaikan strategi pembinaan.
Dari sisi atlet, tunggal putra Indonesia Alwi Farhan melihat format baru memiliki dua sisi. Menurutnya, durasi turnamen yang lebih panjang berpotensi membuat atlet merasa jenuh, tetapi di sisi lain memberi ruang pemulihan yang lebih baik.
“Saya belum terlalu mengerti seperti apa formatnya, pastinya butuh waktu untuk memahaminya. Yang pasti akan lebih bosan karena durasi 11 hari. Tapi di satu sisi atlet akan lebih fit,” ujar Alwi.
Ia menegaskan bahwa sebagai atlet profesional, dirinya akan tetap beradaptasi dengan kebijakan yang telah ditetapkan federasi dunia.
“Ya, plus dan minus sih. Tapi sebagai atlet harus ikut yang sudah ditetapkan. Saya berusaha maksimal saja apa pun kondisinya,” tambahnya.
Sebelumnya, Badminton World Federation (BWF) mengumumkan perubahan signifikan pada kalender World Tour periode 2027-2030. Selain pembaruan format kompetisi dan peningkatan hadiah, level Super 1000 juga akan bertambah dengan naiknya Denmark Open ke kasta tertinggi.
Perubahan ini dinilai akan memengaruhi dinamika persaingan, strategi turnamen, hingga manajemen fisik atlet sepanjang musim. Pelatnas PBSI kini menunggu detail teknis lebih lanjut untuk menyesuaikan pola pembinaan agar tetap kompetitif di era format baru.














