Tragedi Bar Crans-Montana: 40 Jenazah Berhasil Diidentifikasi, Dua Manajer Terancam Bui!

Ikhsan Medium.jpeg

Senin, 5 Januari 2026 – 23:45 WIB

Orang-orang meletakkan karangan bunga di depan Bar Le Constellation di kawasan resor mewah Crans-Montana, Swiss yang mengalami kebakaran hebat pada malam perayaan Tahun Baru lalu. (Foto: Wall Street Journal)

Orang-orang meletakkan karangan bunga di depan Bar Le Constellation di kawasan resor mewah Crans-Montana, Swiss yang mengalami kebakaran hebat pada malam perayaan Tahun Baru lalu. (Foto: Wall Street Journal)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kabut duka yang menyelimuti resor ski elit Crans-Montana, Swiss, perlahan mulai tersingkap. Kepolisian Kanton Valais mengonfirmasi bahwa seluruh 40 korban tewas dalam kebakaran maut pada malam pergantian tahun baru lalu akhirnya berhasil diidentifikasi secara lengkap.

Dalam pernyataan resminya, Minggu (4/1/2026), otoritas keamanan setempat mengumumkan identitas 16 jenazah terakhir yang berhasil dikenali oleh tim ahli. Proses identifikasi ini merupakan kerja keras kolaborasi antara Kepolisian Valais, tim Disaster Victim Identification (DVI), dan Institut Kedokteran Forensik.

“Seluruh 40 korban tewas kini telah teridentifikasi. Kami tidak akan merilis informasi tambahan lebih lanjut demi menghormati privasi dan duka keluarga yang ditinggalkan,” tulis pernyataan Kepolisian Valais.

Dominasi Korban Usia Muda

Duka semakin terasa menyesakkan mengingat mayoritas korban nyawa dalam tragedi ini adalah kaum muda. Berdasarkan data kepolisian, para korban memiliki rentang usia antara 14 hingga 39 tahun.

Jenazah yang berhasil diidentifikasi dalam gelombang terakhir terdiri dari warga negara Swiss, Italia, Prancis, Portugal, hingga Belgia. Bahkan, tercatat ada korban dengan kewarganegaraan ganda dan triple, termasuk seorang remaja putri berusia 15 tahun yang memegang paspor Prancis-Israel-Inggris.

Selain 40 nyawa yang melayang, kebakaran hebat ini juga menyebabkan 119 orang lainnya luka-luka. Hingga saat ini, tim medis masih berjuang menyelamatkan sejumlah korban luka yang kondisinya masih kritis di rumah sakit.

Petaka Lilin Sampanye: Manajer Jadi Tersangka

Di sisi lain, proses hukum mulai berjalan cepat. Kepolisian Valais secara resmi mengumumkan penyelidikan pidana terhadap dua manajer bar tersebut. Keduanya kini terancam hukuman berat atas dakwaan berlapis.

“Para tersangka menghadapi dakwaan pembunuhan karena kelalaian, menyebabkan cedera pribadi karena kelalaian, serta pembakaran akibat kelalaian,” tegas pihak kepolisian, sembari mengingatkan bahwa asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan.

Jaksa Agung Valais, Beatrice Pilloud, membeberkan temuan awal yang cukup mengejutkan sekaligus ironis. Api diduga kuat berasal dari percikan lilin yang dipasang pada botol-botol sampanye saat perayaan berlangsung. Nahas, botol-botol tersebut diangkat terlalu tinggi hingga percikannya menyambar plafon bar yang mudah terbakar.

Kecerobohan kecil di malam pesta itu pun berakhir menjadi tragedi kemanusiaan yang memilukan bagi publik Swiss dan dunia internasional.