Legenda Timnas Jerman Toni Kroos menyebut Liga Arab bakal sepi jika Cristiano Ronaldo jadi pergi.
Hal itu disampaiakan Kroos setelah mendengar kabar Ronaldo ngambek dan tak mau bermain untuk Al Nassr gara-gara kebijakan transfer klub.
Meski ketegangan sudah mereda antara Ronaldo dan Al Nassr, Kroos mengingatkan bahwa Ronaldo lah pembeda Liga Arab Saudi sebelum CR7 datang.
“Liga Saudi sangat berbeda. Tidak ada yang tahu tentang liga ini sebelum Cristiano datang,” kata Kroos, dikutip dari Tribuna.
“Sekarang mereka tidak menghormati orang yang membawa mereka kejayaan internasional. Saya katakan, jika Ronaldo pergi besok, tidak akan ada yang menonton liga ini lagi,” Kroos menegaskan.
Liga Arab Sebelum dan Sesudah Ronaldo Datang
Presiden Saudi Pro League secara terbuka mengakui bahwa megabintang asal Portugal tersebut telah mengubah wajah liga secara drastis, baik dari sisi eksposur global maupun nilai komersial.
Dalam pernyataan yang dikutip sejumlah media internasional seperti Arab News, Marca, dan AS, petinggi Liga Arab Saudi menegaskan bahwa efek Ronaldo tidak bisa diukur hanya lewat gol atau prestasi di lapangan. Menurutnya, pengaruh pemain sekelas Cristiano Ronaldo berada pada level yang sulit dipahami oleh publik awam.
“Sebelum Cristiano datang, liga kami hanya disiarkan di sekitar 35 negara. Setelah ia bergabung, jangkauannya melonjak hingga lebih dari 150 negara dan wilayah. Bersamaan dengan itu, berbagai kesepakatan komersial baru mulai berdatangan,” ujar Presiden Saudi Pro League.
Ronaldo Ngambek Kebijakan Transfer
Aksi mogok itu dilakukan Ronaldo sebagai protes kepada Public Investment Fund (PIF). Pemilik 4 klub papan atas Arab Saudi itu, termasuk Al Nassr, dinilai tak adil dengan timnya.
PIF dianggap Ronaldo lebih mementingkan Al Hilal, klub rival Al Nassr, ketimbang tim-tim lain di bawah kepemilikannya. Hal itu terlihat dari jomplangnya pergerakan transfer The Blue Waves yang jauh lebih aktif daripada Al Nassr.
Keputusan Ronaldo mogok main membuat masa depannya di Al Nassr jadi spekulasi. Bintang berusia 41 tahun itu dikabarkan bersedia meninggalkan Arab Saudi dan mencari peruntungan lain di Eropa atau Amerika Serikat.













