Tokoh Spiritual Dunia Hadir di PIK 2, Doakan Indonesia Damai dan Sejahtera

Ibnu Medium.jpeg

Sabtu, 24 Januari 2026 – 13:00 WIB

Ribuan Umat Buddha Gelar Doa Bersama di NICE PIK 2 untuk Perdamaian Indonesia. (Foto: ASG)

Ribuan Umat Buddha Gelar Doa Bersama di NICE PIK 2 untuk Perdamaian Indonesia. (Foto: ASG)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ribuan umat Buddha dari berbagai tradisi berkumpul di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 dalam perhelatan spiritual bertajuk “Indonesia for Peace & Prosperity”, yang akan digelar pada Minggu, 25 Januari 2026. Acara ini menjadi momentum doa bersama untuk perdamaian, stabilitas nasional, dan pemulihan ekonomi Indonesia di tengah tekanan ekonomi global dan gelombang pemutusan hubungan kerja sepanjang 2025.

Sebanyak sekitar 4.500 umat Buddha dari tradisi Theravada, Mahayana, dan Vajrayana dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka akan bersatu dalam doa untuk mendoakan kemakmuran bangsa, keharmonisan sosial, serta masa depan Indonesia yang lebih sejahtera.

Perhelatan ini dinilai bersejarah karena menghadirkan tiga pemegang singgasana Silsilah Sakya dunia yang akan memimpin langsung doa bersama. Ketiganya adalah H.H. Kyabgon Gongma Sakya Trichen Rinpoche ke-41, H.H. Sakya Trizin ke-42 Ratna Vajra Rinpoche, dan H.H. Sakya Trizin ke-43 Gyana Vajra Rinpoche. Kehadiran para tokoh spiritual internasional tersebut menjadi momen langka sekaligus simbol kuat solidaritas lintas bangsa dan budaya.

Dalam pesannya, H.H. Kyabgon Gongma Sakya Trichen Rinpoche ke-41 menekankan pentingnya posisi Indonesia secara spiritual dan global. Ia menyebut Indonesia sebagai negara besar yang memiliki peran penting dalam mewujudkan kedamaian dunia.

“Indonesia adalah negara besar dan secara spiritual merupakan tempat yang sangat penting. Melalui acara ini, semoga seluruh dunia memperoleh kedamaian, harmoni, dan kebahagiaan,” ujarnya.

Sementara itu, H.H. Sakya Trizin ke-42 Ratna Vajra Rinpoche menekankan pentingnya praktik kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi perdamaian.

“Hendaknya kita mempraktikkan cinta dan belas kasih, serta memiliki hati yang baik kepada sesama. Dengan begitu, kita dapat mewujudkan perdamaian, harmoni, dan kebahagiaan,” katanya.

Pesan serupa juga disampaikan H.H. Sakya Trizin ke-43 Gyana Vajra Rinpoche, yang menilai keberagaman Indonesia sebagai kekuatan utama dalam membangun harmoni dan kesejahteraan bersama.

“Indonesia for Peace & Prosperity mencerminkan bahwa harmoni tercipta ketika keragaman bertemu dengan kebijaksanaan. Keanekaragaman adalah sumber kekuatan,” ujarnya.

Sebagai pengelola lokasi acara, NICE PIK 2 menyatakan kehormatan dapat menjadi tuan rumah kegiatan yang memperkuat harmoni antaragama dan lintas budaya. Pihak penyelenggara berharap doa bersama ini dapat menjadi energi positif untuk membersihkan hambatan stabilitas nasional sekaligus menanamkan nilai perdamaian di tengah masyarakat.

Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga simbol persatuan, ketahanan sosial, serta komitmen spiritual untuk Indonesia yang damai dan makmur.