Gunung Semeru, Lumajang, Jatim mengalami erupsi, Kamis (20/11/2025). (Foto: PVMBG)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
DPR RI menerjunkan Tim Pengawas (Timwas) Penanganan Bencana ke Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk memastikan penanganan bencana erupsi Gunung Semeru berjalan komprehensif, terkoordinasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kunjungan kerja ini dilakukan pada Rabu (26/11/2025) sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR RI di Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026.
“Sebagai Timwas penanganan bencana, DPR RI tentu pertama, menyampaikan duka kepada masyarakat Lumajang yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru. Kehadiran kami di sini untuk memastikan, apakah penanganan bencana telah dilakukan secara komprehensif dan benar-benar berdampak pada masyarakat,” kata Anggota Timwas Bencana DPR RI, Reni Astuti dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Dalam peninjauan lapangan, Timwas menemukan salah satu persoalan mendesak yakni akses menuju sebuah sekolah dasar yang terputus akibat diterjang lahar dingin. Kondisi ini membuat ratusan siswa tidak dapat bersekolah secara normal.
Reni menegaskan pemerintah perlu memberikan perhatian serius, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Ada satu sekolah yang akses jalannya terputus. Ini harus segera mendapatkan solusi. Jangan sampai anak-anak tidak bisa sekolah atau menghadapi masalah penilaian dan layanan pendidikan lainnya. Mereka harus mendapatkan penanganan dan perlakuan khusus,” tegasnya.
BNPB melaporkan bahwa sedikitnya 12 fasilitas pendidikan terdampak sejak aktivitas erupsi meningkat kembali. Sebagian sekolah digunakan sebagai lokasi pengungsian, menghambat kegiatan belajar mengajar.
Selain itu, Timwas juga menyoroti kebutuhan infrastruktur pengungsian yang lebih memadai. Dalam dialog dengan BNPB, Ketua BNPB mengusulkan pembangunan gedung serbaguna permanen yang dapat difungsikan sebagai tempat evakuasi, jika Gunung Semeru kembali erupsi.
Reni menyatakan kebutuhan mitigasi jangka panjang harus menjadi prioritas. Selain infrastruktur, Politisi Fraksi PKS ini menekankan pentingnya edukasi kebencanaan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB).
Ia mengingatkan upaya relokasi permanen sudah pernah dilakukan pemerintah, namun di sejumlah titik masih diperlukan pendekatan persuasif dan berkelanjutan.
“Bencana ini sudah terjadi bertahun-tahun. Imbauan dan edukasi kepada masyarakat harus digencarkan. Pemerintah juga sudah melakukan pembangunan hunian tetap beberapa tahun lalu, tetapi tetap harus ada pendampingan agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi erupsi,” ujarnya.
Tak hanya itu, Timwas DPR menyebut bila hasil kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah pusat, khususnya terkait efektivitas penanganan darurat, percepatan pemulihan infrastruktur pendidikan, pembangunan fasilitas pengungsian yang representatif, dan penguatan mitigasi jangka panjang di kawasan Gunung Semeru.
“Kami ingin memastikan negara hadir sepenuhnya untuk masyarakat Lumajang. Pengawasan ini akan terus kami lakukan agar penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan berpihak pada kebutuhan warga,” pungkas Reni.














