Presiden FIFA Gianni Infantino kembali mempertahankan kebijakan harga tiket Piala Dunia 2026 yang dinilai banyak pihak terlalu mahal. Ia juga menanggapi santai isu tiket final yang dijual ulang seharga lebih dari 2 juta dolar AS atau sekitar Rp34,6 miliar.
Pernyataan Infantino disampaikan saat menghadiri Milken Institute Global Conference di Beverly Hills, Selasa (5/5/2026). Bos FIFA itu langsung menjawab kritik soal harga tiket dan penerapan sistem dynamic pricing.
Pengkhianatan Monumental
Para penggemar sepak bola sebelumnya menuding FIFA melakukan “pengkhianatan monumental” terkait harga tiket. Infantino menegaskan, pendapatan dari turnamen menjadi sumber pengembangan sepak bola global.
Kekecewaan suporter bertambah seiring munculnya kategori tiket yang lebih mahal menjelang turnamen. Sebagian besar tiket yang tersisa di penjualan umum justru berasal dari kategori premium.
“Kami harus melihat pasar. Kami berada di pasar dengan industri hiburan paling berkembang di dunia, jadi kami harus menerapkan tarif pasar,” kata Infantino.
Sorot Pasar Tiket Sekunder
Infantino menyoroti regulasi penjualan ulang tiket di Amerika Serikat yang dilegalkan. Ia berdalih, harga tiket resmi yang terlalu rendah hanya akan menguntungkan pelaku jual beli di pasar sekunder.
“Di AS, penjualan ulang tiket diperbolehkan. Jadi, jika kami menjual tiket dengan harga terlalu rendah, tiket itu akan dijual ulang dengan harga jauh lebih tinggi,” ujar Infantino.
“Faktanya, meskipun ada yang bilang harga tiket kami mahal, tiket-tiket tersebut tetap berakhir di pasar reseller dengan harga lebih tinggi, lebih dari dua kali lipat dari harga kami,” lanjutnya.
Tiket Final Tembus Rp36 Miliar
Tiket Piala Dunia 2026 dijual ulang melalui berbagai platform, termasuk pasar resmi milik FIFA. Bulan lalu, empat tiket final sempat dipasarkan dengan harga hampir 2,3 juta dolar AS atau sekitar Rp38 miliar per lembar.
FIFA tidak mengatur harga jual di platform resale miliknya. Namun, FIFA mengambil biaya 15 persen dari pembeli dan 15 persen dari penjual setiap kali transaksi terjadi.
“Jika ada yang menjual tiket final di pasar resale seharga 2 juta dolar AS, pertama, itu bukan berarti tiket tersebut memang berharga 2 juta dolar AS. Kedua, belum tentu ada yang membeli tiket itu,” kata Infantino.
“Dan jika ada yang benar-benar membeli tiket final seharga 2 juta dolar AS, saya pribadi akan membawakan hot dog dan Coca-Cola agar pengalamannya menyenangkan,” ujar pemimpin FIFA itu sambil berkelakar.
Klaim 25 Persen Tiket di Bawah Rp4,8 Juta
Tiket fase grup Piala Dunia 2026 saat ini tersedia dalam rentang harga 380 hingga 4.105 dolar AS. Turnamen sendiri akan dimulai pada 11 Juni 2026.
Tiket masih bisa dibeli di situs resmi FIFA melalui bagian “last-minute sales” setelah penjualan dilakukan bertahap sejak September lalu.
“Kami memiliki 25 persen tiket fase grup yang bisa dibeli dengan harga kurang dari 300 dolar AS. Anda tidak bisa menonton pertandingan kampus di AS, apalagi pertandingan profesional kelas atas, dengan harga di bawah 300 dolar AS. Dan ini adalah Piala Dunia,” tegas Infantino.
Klaim Bos FIFA Dipertanyakan
Klaim Infantino tersebut perlu dicermati lebih lanjut. Memang harga tiket Super Bowl dan final NCAA bisa menyaingi tarif sebagian laga Piala Dunia.
Namun, tiket pertandingan olahraga kampus dan profesional di AS, termasuk playoff NBA yang sedang berlangsung, kerap tersedia dengan harga di bawah 300 dolar AS.
Piala Dunia 2026 akan menjadi gelaran terbesar sepanjang sejarah dengan 48 tim peserta. Turnamen akan dihelat di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.












