Youri Tielemans mengungkap Manchester United sudah dua kali berusaha merekrutnya jauh sebelum kepindahannya terwujud musim panas ini. Kedua upaya itu bahkan sempat sampai pada pembicaraan langsung dengan klub.
Gelandang berusia 29 tahun itu resmi bergabung dari Aston Villa setelah United mengaktifkan klausul pelepasan senilai 35 juta pound atau 47,3 juta dolar AS dalam kontraknya.
Namanya memang berulang kali dikaitkan dengan Old Trafford sepanjang kariernya, mulai dari periode di Anderlecht, Monaco, hingga Leicester City.
Dua Pembicaraan yang Berujung Buntu
Pemain Belgia itu mengaku menyikapi kegagalan-kegagalan sebelumnya dengan tenang.
“Ada dua kali saya berbicara dengan klub, tetapi tidak berujung pada apa pun, jadi saya bersikap sangat tenang soal itu,” kata Tielemans.
Ia menjelaskan cara pandangnya terhadap bursa transfer. “Saya sangat tenang soal itu. Ketika sebuah kepindahan muncul, kalau memang harus terjadi, itu akan terjadi.”
Menurutnya, satu-satunya yang bisa ia kendalikan adalah penampilannya sendiri. “Pada saat-saat saya dikaitkan dengan klub ini sebelumnya, itu tidak terjadi. Tapi ya sudah. Saya hanya terus bekerja, terus melakukan tugas saya di lapangan, dan akhirnya terjadi.”
Kabar Datang Saat Piala Dunia
Kepindahan kali ini pun datang tanpa ia duga.
Tielemans mengetahui ketertarikan United ketika sedang membela Belgia di Piala Dunia. Klausul dalam kontraknya yang memungkinkan ia meninggalkan Villa Park tidak diketahui banyak pihak.
Ia mengaku baru menyadari situasinya setelah menerima telepon dari agennya.
“Terus terang, saya tidak mengharapkan banyak,” ujarnya dalam wawancara di kamp latihan pramusim United di Irlandia.
“Saya hanya fokus pada sepak bola saya, fokus pada Piala Dunia, berusaha tampil sebaik mungkin untuk negara saya. Lalu, setiap musim panas sesuatu bisa terjadi, bahkan di musim dingin pun bisa. Jadi saya tidak benar-benar memikirkan itu. Saya hanya berusaha bermain sebaik mungkin, dan saya melakukannya.”
Meninggalkan Villa di Puncak Pencapaian
Keputusan pindah ini datang pada momen yang tidak biasa. Tielemans meninggalkan Villa justru ketika klub tersebut berada di titik terbaiknya.
Selama tiga tahun di Villa Park, ia menjadi bagian dari tim yang menjuarai Liga Europa musim lalu — gelar yang mengakhiri puasa trofi panjang klub. Ia juga ikut mengembalikan Liga Champions ke Villa Park.
Meski begitu, ia menilai tawaran United terlalu besar untuk ditolak.
“Saya tahu di Villa kami melakukan hal-hal luar biasa. Kami meraih kemenangan Liga Europa, yang hebat bagi klub. Tapi, ya, masih ada klub-klub di atas Villa, dan Manchester United adalah salah satunya,” katanya.
Ia menyebut ada alasan tambahan. “Terutama pada saat ini, ada suasana yang sangat positif di dalam dan sekitar klub.”
Tielemans menutup dengan penghormatan kepada bekas klubnya. “Saya hanya berharap kami bisa punya cerita yang hebat bersama. Tapi Villa klub yang hebat dan saya berutang segalanya kepada mereka. Mereka mengembalikan saya ke level terbaik, jadi saya sangat berterima kasih.”
Villa Ditinggal Banyak Pemain
Kepergian Tielemans menambah daftar pemain yang meninggalkan Villa musim panas ini.
Bek kiri Lucas Digne juga hengkang ke Paris Saint-Germain setelah klub Prancis itu mengaktifkan klausul pelepasan senilai 8,5 juta pound.
Sementara Ezri Konsa menjadi incaran Arsenal, meski tawaran pembuka sudah ditolak dengan Villa bertahan di angka 60 juta pound.












