Rencana investasi Jeff Bezos di Liverpool memunculkan satu pertanyaan yang wajar: bukankah pendiri Amazon itu punya kepentingan di penyiaran Premier League?
Jawabannya tidak sesederhana yang dibayangkan, tetapi kesimpulannya jelas. Tidak ada aturan yang menghalangi Bezos menanamkan modal di klub Merseyside tersebut.
Berikut penjelasannya.
Amazon Sudah Mundur dari Hak Siar Inggris
Persoalan konflik kepentingan berakar pada masa lalu.
Amazon, melalui merek Prime Video, sempat memegang hak siar langsung 20 pertandingan Premier League per musim di Inggris selama enam musim, hingga musim dingin 2024.
Namun raksasa streaming itu memilih mundur dari perang tawaran melawan Sky Sports dan TNT Sports untuk siklus empat tahun berikutnya, yang bernilai 6,7 miliar pound bagi Premier League.
Keputusan mundur itu bukan tanpa sebab. Premier League mengubah paket siaran yang dijual dan menghapus paket terkecil berisi 20 pertandingan per musim. Amazon sebelumnya membayar sekitar 30 juta pound per musim untuk paket tersebut, yang mereka gunakan sebagai daya tarik untuk mendorong langganan Prime.
Artinya, sejak saat itu Amazon tidak lagi memiliki hubungan langsung dengan Premier League di Inggris.
Pelanggan Amazon di sejumlah negara lain memang masih bisa menonton laga Premier League lewat Prime Video. Namun statusnya berbeda: Amazon memperoleh hak tersebut sebagai sublisensi dari Viaplay di Belanda, Swedia, dan Denmark — bukan langsung dari Premier League.
Bezos Bukan Lagi Pengendali Harian Amazon
Ada lapisan pemisah kedua.
Bezos melepaskan kendali operasional harian Amazon pada 2021. Meski begitu, pria 62 tahun itu kini menjabat sebagai ketua eksekutif perusahaan, masih menjadi pemegang saham terbesar, dan tetap terlibat dalam pengambilan keputusan di tingkat atas.
Kombinasi dua hal tersebut — Amazon yang tidak lagi berhubungan langsung dengan Premier League di Inggris, dan Bezos yang tidak lagi mengendalikan operasional harian — menciptakan jarak yang cukup dari sisi regulasi.
Lolos Uji Pemilik dan Direktur
Setiap calon pemilik klub Premier League harus melewati Owners’ and Directors’ Test, mekanisme penyaringan yang diatur dalam buku panduan kompetisi.
Berdasarkan penelusuran Mirror atas aturan tersebut, Bezos diperkirakan tidak menghadapi hambatan berarti.
Salah satu alasannya justru karena ia pendatang baru di industri olahraga. Meski sempat dikaitkan dengan upaya membeli franchise NFL, Seattle Seahawks dan Washington Commanders, ia belum pernah benar-benar terlibat dalam kepemilikan tim olahraga. Tidak ada rekam jejak yang bisa dipersoalkan.
Harga yang Sudah Dibayar Pemimpin Konsorsium
Inilah bagian paling menarik, dan yang paling jarang diberitakan.
Konsorsium ini jelas sudah memperhitungkan persoalan regulasi jauh sebelum mendekati FSG. Buktinya ada pada pemimpin kelompok tersebut, pengusaha Amit Bhatia.
Bhatia harus melepaskan kepemilikan sahamnya di klub Championship, Queens Park Rangers, pada Juli lalu agar bisa melanjutkan pembicaraan investasi di Liverpool. Penyebabnya adalah aturan yang melarang seseorang memiliki kepentingan finansial di lebih dari satu klub.
Ia mengalihkan sahamnya kepada pemilik mayoritas QPR, Ruben Gnanalingam.
Langkah itu bukan keputusan ringan. Bhatia terlibat di QPR selama 18 tahun sebagai direktur sekaligus pemilik bersama. Kesediaannya melepas ikatan sepanjang itu menunjukkan bahwa rencana menyatukan Bezos dan pendiri Facebook Eduardo Saverin sudah tersusun matang jauh sebelum kabar ini muncul ke publik.
Nilai kesepakatan dengan FSG terlalu besar untuk dipertaruhkan pada pelanggaran aturan Premier League.
Prosesnya Tetap Butuh Waktu
Meski hambatan regulasi diperkirakan tidak ada, kesepakatan ini tetap membutuhkan waktu untuk rampung.
Sampai artikel ini disusun, FSG belum menerbitkan pengumuman resmi. Sky News melaporkan pengumuman diperkirakan datang dalam beberapa hari, meski ada kemungkinan mundur ke pekan berikutnya.
FSG sendiri sudah mengakui adanya ketertarikan tersebut secara formal, dengan menyebut bahwa sebuah konsorsium investasi yang dipimpin, dikelola, dan diwakili oleh Amit Bhatia telah menyatakan minat melakukan investasi minoritas strategis di Liverpool.













