Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Nikolaus Joaquin (kanan) dan Raymond Indra (kiri) bereaksi usai meraih poin dari lawan sesama Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani pada babak semi final Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, sukses mencuri perhatian publik Istora Senayan usai memenangi “perang saudara” yang panas melawan senior mereka, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di perempat final Indonesia Masters 2026, Jumat (23/1/2026) malam.
Dalam laga yang berakhir hampir tengah malam itu, Raymond/Nikolaus berhasil bangkit dari ketertinggalan untuk mengunci kemenangan rubber game dengan skor 18-21, 21-19, 21-14.
Kemenangan ini bukan sekadar soal tiket ke semifinal, melainkan pembuktian mentalitas baja dari pasangan yang baru dipadukan Februari 2025 tersebut. Laga berlangsung dengan tensi tinggi, diwarnai aksi saling ledek (psywar) dan adu gengsi yang kental antara senior dan junior.
“Pertandingan berjalan alot, ya. Cukup capek juga. Memang mereka pasangan muda yang lebih bertenaga, lebih cepat, dan daya juangnya sangat bagus,” puji Muhammad Shohibul Fikri mengakui keunggulan juniornya.
Drama Kartu Kuning dan Semangat Gen Z
Atmosfer panas di lapangan memuncak ketika kedua pasangan terlibat aksi psywar. Mereka kerap berpura-pura memukul kok yang sudah jelas keluar atau menyangkut di net untuk memprovokasi lawan. Puncaknya, wasit harus mengeluarkan kartu kuning untuk Fajar Alfian akibat tensi yang memanas tersebut.
Bagi Raymond/Nikolaus, keberanian meladeni permainan mental senior adalah bagian dari strategi.
“Soalnya mumpung di sini kan, cuma di sini kayaknya kami bisa tega gitu. Jadi, ya, kami maksimalkan saja (psywar-nya),” ujar Nikolaus.
Nikolaus juga menegaskan bahwa gaya main mereka yang eksplosif dan penuh percaya diri adalah representasi dari generasi mereka. “Karena kami Gen Z! Kami sangat muda, jadi kami seperti selalu menjaga semangat kami. Kami bermain cepat dan kuat karena begitulah cara Gen Z bermain,” tambahnya.
Estafet Regenerasi
Fajar Alfian menanggapi kekalahan ini dengan lapang dada. Ia teringat masa mudanya saat kerap terlibat psywar dengan pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon. Bagi Fajar, ini adalah siklus regenerasi yang positif.
“Dengan tingkat kepercayaan diri itu, semoga Raymond/Nikolaus tidak hanya bisa melawan saya dan Fikri, tetapi juga melawan negara-negara lain, bisa kokoh seperti itu,” harap Fajar.
Pasangan muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menunjukkan kematangan permainan saat memenangi duel sesama wakil Indonesia, juga unggulan kelima, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani untuk melaju ke final BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Pada pertandingan semifinal di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, Raymond/Joaquin menang dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-14, sekaligus membalas kekalahan mereka dari Sabar/Reza pada pertemuan sebelumnya di Malaysia Open 2026 (18-21, 9-21).














