Penandatanganan MoU SBG dan Synvo AI di Mayapada Tower 2, Jakarta, Kamis (12/12/2025). (Foto: Inilah.com/Syahidan).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Sobat Bisnis Group (SBG) bersama Synvo AI melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kemitraan strategis di Mayapada Tower 2, Jakarta, Kamis (12/12/2025).
Penandatanganan ini turut melibatkan dukungan dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, yang menjadi mitra riset bagi Synvo AI.
Kesepakatan kerja sama ini mencakup keseluruhan hubungan bisnis antara SBG dan NTU melalui Synvo AI. Disebutkan, kolaborasi jangka panjang ini untuk mempercepat adopsi teknologi kecerdasan buatan di berbagai sektor industri Indonesia.
“Jadi MOU hari ini akan cover semua business relations dari NTU dan SBG. Dari hari ini kita hopeful bahwa di future AI di Indonesia, bahwa banyak hal yang kita bisa melakukan dan develop buat enterprises terbesar di Indonesia. Dan membuat efficiency dan cost di Indonesia jauh lebih cepat dan bagus compared to foreign competitors,” kata Chief AI Officer SBG, Matthew Setiawan dalam konferensi pers di Mayapada Tower 2, Jakarta.
Matthew menjelaskan, kedua pihak memiliki peran komplementer. SBG menggarap pengembangan teknologi hingga konsultasi implementasi bagi perusahaan lokal, sementara Synvo AI menghadirkan keahlian riset tingkat lanjut.
“Jadi SBG brings end to end development expertise. Kita juga bring technological consultation dengan companies di Indonesia. Dari Synvo AI mereka expertise di research especially AI research. Kita bisa mengabung ini dan membawa top AI research dari Singapura ke dalam industri-industri di Indonesia. Jadi kita tidak kalah lagi di dalam AI space dengan country luar negeri,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan kerja sama ini dirancang untuk jangka panjang. Ia berharap bisa berlangsung 10 hingga 20 tahun ke depan.
CEO Synvo AI, Saim YH mengaku senang dengan penandatanganan MoU tersebut. Ia menekankan kuatnya sinergi riset dan teknologi antara kedua organisasi.
“Kami sangat senang berada di sini untuk menandatangani MoU dengan SBG. Dan kami sangat yakin bahwa kami dapat menciptakan sinergi yang sangat baik antara kedua organisasi. Synvo AI lebih berfokus pada riset yang kuat dan didukung oleh NTU dalam membangun kapabilitas AI,” kata Saim.
Menurutnya, kekuatan SBG dalam menyediakan solusi teknologi menyeluruh membuat kolaborasi ini strategis bagi percepatan transformasi digital di dunia usaha. Ia meyakini kolaborasi ini dapat membantu banyak perusahaan dalam mengadopsi AI.
“Sementara kekuatan SBG lebih pada penyediaan solusi teknologi end-to-end serta konsultasi kepada para pelanggan. Jadi kami percaya bahwa kolaborasi ini dapat membantu banyak organisasi dalam perjalanan mereka mengadopsi AI. Karena itu, kami benar-benar menantikan untuk dapat bekerja sama dengan SBG,” ucapnya.
Saim pun berharap langkah ini menjadi awal ekspansi riset dan pemanfaatan AI yang lebih luas. “Dan tentu saja, kami tidak hanya ingin berada di Indonesia, tetapi juga berkembang ke negara-negara lain di Asia Tenggara bahkan ke tingkat internasional. Jadi itulah harapan saya,” katanya.













