Ilustrasi – Sejumlah penumpang bersiap menaiki bus Transjabodetabek jurusan Blok M – Bandara Soekarno Hatta di Terminal Bus Blok M, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (Foto: Antara/Muhammad Iqbal/hma)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hingga sejauh ini masih membahas rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek dengan DPRD DKI Jakarta.
“Sekarang ini sedang dalam pembahasan dengan DPRD, nanti setelah final dengan DPRD akan kami umumkan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, Senin (29/6/2026).
Sebelumnya, Pramono sempat berjanji akan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh terkait penyesuaian tarif Transjabodetabek agar tak membuat warga kembali menggunakan transportasi pribadi.
Pramono berkomitmen untuk membuat Jakarta menjadi kota yang nyaman bagi warganya. Untuk itu, ia akan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh sebelum memutuskan besaran tarif Transjabodetabek yang baru.
Tambah Armada
Meski tarif Transjabodetabek dilakukan penyesuaian, namun Pramono mengatakan pihaknya juga tetap akan menambah armada agar layanan lebih baik dan menjaga kenyamanan pengguna.
Sementara itu, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza mengatakan proses penentuan tarif Transjabodetabek hingga saat ini masih dalam pembahasan.
“Masih pembahasan. Nanti Pak Gubernur yang akan sampaikan,” kata Welfizon di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (15/6/2026).
Menurut Welfizon, keputusan tidak bisa diambil secara terburu-buru karena harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.
Butuh Kajian Matang
Lebih lanjut dia mengatakan, proses penentuan tarif membutuhkan kajian yang matang karena menyangkut banyak aspek, mulai dari kondisi keuangan daerah hingga kemampuan masyarakat membayar.
“Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Ada fiskal, layanan, kondisi masyarakat, ability to pay (kemampuan bayar), willingness to pay (kemauan bayar),” jelas Welfizon.
Selain besaran tarif, Transjakarta juga masih mengkaji mekanisme tarif yang akan digunakan.
Welfizon pun belum dapat memastikan apakah tarif Transjabodetabek akan mengikuti sistem berbasis jarak, seperti MRT atau tetap menggunakan tarif flat.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









