Sungai Cisadane yang tercemar limbah kini berubah warna menjadi putih, Rabu (11/2/2026). (Foto: tangkapan layar YouTube)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kebakaran yang terjadi di sebuah gudang penyimpanan pestisida di wilayah Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (9/2/2026) lalu, menimbulkan dampak pencemaran di Sungai Cisadane. Akibatnya, ribuan ikan mati mengambang di sepanjang aliran sungai, mulai dari wilayah Tangsel hingga Kota Tangerang.
Tak hanya pemandangan ikan-ikan mati, saat ini Sungai Cisadane juga mengeluarkan aroma tak sedap, seperti solar. Bau tersebut diduga berasal dari pencemaran pestisida.
Warga Karawaci, Manaf (41), menceritakan bau tak sedap mulai terasa kuat setelah peristiwa kebakaran gudang pestisida. Ia menyebut, pada pagi hari aroma belum terlalu tajam, namun menjelang sore, ikan mati semakin banyak dan baunya kian menyengat.
“Mulai bau itu pas kejadian habis kejadian itu. Kan pagi emang nggak terlalu nyengat tuh baunya tuh. Pas siang, saya siang sampai sore ke sini, ikan udah pada banyak tuh yang udah pada mati dan baunya juga sangat nyengat banget. Bau bangkainya juga sangat banget,” kata Manaf, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, jumlah ikan mati mengambang masih adam meski jumlahnya sudah berkurang dibandingkan sehari sebelumnya. Namun aroma menyengat masih berasa di hidung.
Ia juga menyebut petugas telah memeriksa kondisi sungai dan mengimbau warga agar sementara waktu tidak mengonsumsi ikan maupun air dari Sungai Cisadane. Bahkan, ada warga yang sempat memakan ikan dari sungai tersebut dan mengalami pusing.
“Jadi sisanya pada dibuang-buangin,” ucapnya.
Manaf berharap pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap pemilik pabrik yang diduga menjadi sumber pencemaran. Menurutnya, dampak kejadian ini sangat merugikan masyarakat yang menggantungkan penghidupan di sepanjang bantaran sungai.
“Soalnya sangat mengganggu dan sangat merugikan masyarakat di pesisir aliran Sungai Cisadane sih. Kasihan lah yang mencari makan di sini,” ucapnya.
Sementara itu, warga lainnya, Eko (30), mengatakan ikan-ikan mulai ditemukan mati sejak Selasa (10/2/2026) siang. Ia menduga pencemaran terjadi akibat limbah dari gudang pestisida yang terbakar dan mengalir ke sungai.
“Iya pada mati ikan di sini, gara-gara limbah kebakar,” kata Eko.
Eko mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Selain menjadi tempat mencari ikan, Sungai Cisadane juga dimanfaatkan sebagai sumber air baku PDAM.
Ia mengatakan warga telah diperingatkan agar tidak menggunakan air sungai untuk sementara waktu karena berpotensi tercemar bahan kimia.
“Enggak boleh dibuat apa-apa dulu airnya. Enggak boleh buat mandi, enggak boleh kena minum, enggak boleh apa-apa,” ucapnya.
Sebelumnya, kebakaran menghanguskan satu gudang bahan kimia pestisida di Taman Tekno, Blok K3, nomor 37, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, Banten, Senin (9/2/2026).
Insiden ini dilaporkan pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Kejadian pertama kali diketahui oleh petugas keamanan yang sedang melakukan patroli di area tersebut. Usai menerima laporan, tim pemadam kebakaran langsung menuju lokasi untuk menjinakkan api.
Api diduga muncul akibat gangguan pada instalasi listrik. Ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara nilai kerugian masih dalam tahap pendataan.
Buntut dari kebakaran berdampak pada tercemarnya Sungai Cisadane dan Sungai Jaletreng di kawasan tersebut. Hingga saat ini polisi telah memeriksa lima orang saksi dari pihak manajer, karyawan dan petugas keamanan untuk dimintai keterangan terkait kebakaran.














