Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (9/10/2025). (Foto: Inilah.com/ Clara Anna S).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pelan tapi pasti, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat hingga mendekati 9.000. Bukan tidak mungkin bakal menembus ke level 10.000 pada tahun ini.
Keyakinan itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa usai Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026). “Berbagai sentimen positif akan menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat hingga ke level 10.000 pada tahun ini,” ungkap Menkeu Purbaya.
Ia mengatakan, terdapat optimisme dari pelaku pasar bahwa perekonomian nasional bakal membaik di tahun ini. Di mana, pertumbuhan 6 persen secara tahunan alias year on year (yoy), bukanlah mustahil terwujud.
“Saya pikir, memang optimisme di pasar, atau pelaku pasar itu cukup kuat. Bahwa kita akan membaik terus ke depan. Kalau saya lihat, fondasi ekonomi sudah membaik sekarang. Tahun ini akan lebih baik lagi karena kebijakan kita dengan BEI, sangat sinkron,” tegas Menkeu Purbaya.
Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) ini, merasa sangat yakin, angka 10.000 bukanlah mustahil dicapai oleh IHSG, pada tahun ini. “Tahun ini (IHSG) 10.000, itu bukan angka yang mustahil dicapai,” tegasnya lagi.
Dijelaskan, tahun ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sepenuhnya akan berada dalam kendalinya selama setahun penuh. Tidak seperti 2025, Purbaya baru menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 8 September.
“Kan sekarang satu tahun penuh ini saya sudah bagian ekonominya bersama Gubernur BI dan lain lain. Kalau kemarin kan saya masih separuh-separuh, cuma seperempat malah,” ujar Menkeu Purbaya.
Selain itu, kata Menkeu Purbaya, seiring dilakukannya sinkronisasi kebijakan bersama Bank Indonesia (BI), diharapkan bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di 2026.
“Harusnya dengan kebijakan yang lebih sinkron kita dengan bank sentral dengan yang lain-lain, ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat. Itu akan melandasi pertumbuhan keuntungan perusahaan juga. Investor-investor yang jeli, jangan sampai ketinggalan,” ujar Purbaya.
Data perdagangan BEI pada Jumat, sekitar pukul 11.50 WIB, IHSG menguat 77,96 poin, atau setara 0,90 persen di level 8.724,90. Dengan frekuensi perdagangan saham sebanyak 1.808.057 kali transaksi, jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,83 miliar lembar, senilai Rp11,86 triliun. Tercatat BEI, sebanyak 461 saham naik 219 saham menurun, dan 119 tidak bergerak nilainya.
Tuah Purbaya Bikin IHSG Cetak Rekor 22 Kali
Tak sedang bercanda, Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman pernah menyampaikan, terpilihnya Purbaya sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) punya andil terhadap meroketnya IHSG.
Di mana, IHSG mencatat rekor sepanjang masa (all time high/ATH) sebanyak 21 kali, terhitung sejak Purbaya menjabat, Bedanya mencolok dengan Sri Mulyani Indrawati, IHSG hanya sekali mencetak rekor ATH.
“Ibu Sri Mulyani satu kalinya, Pak Purbaya 21 kali karena tembus 8.000 zaman beliau. Jadi kalau kita bicara 8.000 dan setiap dua bulan ini naik terus, sampai kemarin 8.600,” ujar Iman dalam Rapat Kerja (Raker) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Sepanjang 2025, Iman menambahkan, IHSG telah melampaui ekspektasi pasar dengan total 22 kali menembus rekor tertinggi. “Kita ternyata mencapai rekor high sepanjang 2025 itu 22 kali. Tapi yang menarik, 21 kalinya zaman menteri keuangan baru. Jadi bisa kita bayangkan dampak dari persepsi investor terhadap ekonomi kita ini,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pergerakan arus dana masuk (capital inflow) yang mengalami perubahan signifikan dari tren awal tahun. “Dan ini juga terlihat menarik adalah cash flow, jadi capital inflow kita, bisa kita lihat bahwa di tahun ini itu memang di awal cash out flow,” katanya.
Sejalan dengan tren tersebut, IHSG kembali mencetak rekor intraday pada perdagangan Rabu (3/12/2025), menyentuh level 8.669,18 dengan nilai transaksi sesi I mencapai Rp 16,28 triliun.














