Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria di Jakarta, Kamis (9/10/2025). (Foto: Antara).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mempercepat restrukturisasi perusahaan pelat merah alias BUMN. Tahun ini, sekitar 1.000 BUMN ditargetkan dipangkas hingga tersisa 200–300 perusahaan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengatakan, perampingan dilakukan secara bertahap melalui skema likuidasi, divestasi, konsolidasi, maupun restrukturisasi.
“Yang sudah dilikuidasi itu, percaya saya, sampai hari ini sekitar 167 perusahaan. Semua kita lakukan dengan proper,” kata Dony di Jakarta, Minggu (3/5/2026).
Dony menegaskan, langkah ini tidak akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK). Efisiensi difokuskan pada perbaikan proses bisnis, bukan pengurangan tenaga kerja.
“Kami fokus di sisi proses bisnis, bukan karyawan. Ini akan menciptakan perusahaan yang lebih sehat dan ke depan justru memberi manfaat bagi karyawan,” ujarnya.
Selain likuidasi, Danantara juga melakukan konsolidasi berbasis sektor, mulai dari logistik, perhotelan, rumah sakit, hingga jasa keuangan, guna menciptakan skala ekonomi yang lebih efisien.
Di sisi lain, restrukturisasi turut berdampak pada pengisian jabatan di sejumlah BUMN yang masih kosong. Hal ini terjadi karena proses penataan ulang model bisnis yang masih berjalan.
Dony menjelaskan, pemetaan BUMN dilakukan secara menyeluruh, terutama terhadap perusahaan yang memiliki masalah keuangan.
“Pemetaan dilakukan secara komprehensif. Kami tidak ingin tergesa-gesa. Perusahaan yang masih kosong jabatannya kami monitor langsung karena umumnya sedang menghadapi masalah,” jelasnya.
Salah satu contoh restrukturisasi adalah Danareksa yang akan dikembalikan ke fungsi utamanya sebagai perusahaan manajemen aset.
“Ke depan, Danareksa akan menjadi asset management seperti khitahnya. Hasil merger empat perusahaan manajemen aset akan dilebur menjadi Danareksa,” ujarnya.
Proses ini dilakukan dengan memisahkan unit usaha yang tidak sejalan dengan bisnis inti, termasuk sektor karya dan kawasan industri.
Restrukturisasi juga menyasar perusahaan lain, seperti Perumnas, yang tengah ditinjau ulang model bisnisnya di tengah beban utang sekitar Rp5,8 triliun.
Dony menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh proses restrukturisasi dan konsolidasi BUMN rampung tahun ini, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Presiden berharap tahun ini selesai. Jadi seluruh proses restrukturisasi dan konsolidasi BUMN bisa tuntas tahun ini,” ujarnya.
Ke depan, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja BUMN melalui perbaikan fundamental bisnis, penguatan fokus usaha, serta integrasi antarperseroan dalam ekosistem yang lebih efisien dan kompetitif.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













