Ilustrasi mengangkat telepon dari nomor asing. (Foto: Shutterstock).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan masyarakat agar tak sembarangan mengangkat telepon dari nomor tak dikenal. Di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) suara bisa dikloning lalu dipakai untuk menipu orang terdekat.
“Bayangkan menerima telepon dari suara yang terdengar persis seperti orang terdekatmu tapi ternyata itu penipuan di era AI, kloning suara memungkinkan penipu meniru suara manusia dengan sangat realistis,” bunyi peringatan BSSN lewat akun Instagram resminya, Minggu (1/2/2026).
BSSN menjelaskan, proses kloning suara bisa dimulai hanya dari respons singkat seperti “halo” saat menjawab panggilan asing. Potongan suara itu cukup untuk direkam, lalu diproses menjadi tiruan digital.
“Rekaman suara kita, tanpa disadari AI yang menyedot, membekukan kata-kata ‘HALO’ menjadi duplikat digital. Lalu? Mereka menggunakan suaramu lalu menirunya, untuk menjebak orang terdekatmu,” tulis akun itu.
Suara hasil kloning tersebut dapat dipakai untuk berbagai aksi kriminal. Bukan cuma penipuan, tapi juga pemerasan hingga pembunuhan karakter.
“Digunakan untuk membuat rekaman palsu yang dapat digunakan untuk penipuan, pemerasan atau menyebarkan informasi palsu. Digunakan untuk membuat suara yang memfitnah atau menyebarkan penyataan jahat yang merusak reputasi seseorang,” jelasnya.
Untuk meminimalkan risiko, BSSN membagikan sejumlah langkah pencegahan. Mulai dari membuat mekanisme verifikasi internal, seperti kode sandi keluarga, hingga membatasi unggahan rekaman suara di media sosial.
BSSN juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap pola penipuan berbasis kloning suara, baik di lingkungan keluarga maupun organisasi. Jika sudah menjadi korban, segera melapor ke polisi dan menyimpan seluruh bukti terkait. Dokumentasi, kata BSSN, penting untuk proses penelusuran lebih lanjut.














