Bayang-bayang krisis global dan ancaman lonjakan harga energi memaksa pemerintah memutar otak. Salah satu opsi mitigasi terkuat yang kini tengah digodok adalah mengembalikan kebijakan work from home (WFH) alias bekerja dari rumah pasca-Lebaran. Namun, perpindahan masif aktivitas perkantoran ke rumah ini memunculkan tantangan baru: ancaman ambruknya koneksi internet domestik.
Mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bergerak cepat merilis panduan praktis. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Wayan Toni Supriyanto, membagikan lima siasat jitu agar produktivitas pekerja tidak terhambat oleh koneksi internet yang ngadat.
“Pertama, skala prioritas aktivitas. Utamakan penggunaan koneksi untuk kebutuhan produktif, seperti video conference, pengiriman dokumen digital, dan akses aplikasi perkantoran pada jam kerja utama,” tegas Wayan di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Agar pekerjaan dari rumah tetap mulus tanpa halangan buffering, berikut adalah lima kiat yang dibeberkan oleh Kemkomdigi:
1. Terapkan Skala Prioritas Aktivitas
Wayan menyarankan agar pekerja lebih cerdik mengelola bandwidth. Jika sebuah rapat virtual dirasa cukup menggunakan suara, buatlah kesepakatan dengan rekan kerja untuk mematikan fitur video. Mematikan kamera saat video conference terbukti sangat efektif memperlancar komunikasi, terlebih jika peserta dalam ruang rapat digital tersebut berjumlah puluhan orang.
2. ‘Puasa’ Streaming Resolusi Tinggi
Manajemen trafik adalah kunci. Saat jam kerja berlangsung, hindari penggunaan layanan hiburan yang memakan kuota raksasa. Memutar video streaming dengan kualitas 4K atau Ultra HD (UHD) secara bersamaan dengan aktivitas kerja hanya akan menciptakan ‘kemacetan’ data di perangkat router rumah Anda.
3. Bebaskan Posisi Router
Ini adalah masalah sepele yang sering diabaikan. Letak router atau modem sangat menentukan kualitas sinyal. Jangan menyembunyikan modem di dalam lemari atau sudut ruangan yang tertutup tembok tebal. Letakkan perangkat di area terbuka agar pancaran sinyal Wi-Fi lebih optimal.
“Apabila tersedia, penggunaan koneksi kabel (fixed broadband) sangat disarankan untuk stabilitas kerja yang lebih tinggi,” tambah Wayan.
4. Jangan Ragu Melapor ke Kanal Resmi
Jika internet tetap ‘lemot’ padahal berbagai cara sudah dilakukan, jangan hanya mengeluh di media sosial. Wayan mengimbau masyarakat untuk segera melapor.
“Apabila terdapat kendala teknis yang berkelanjutan, segera lapor melalui kanal resmi operator atau kanal aduan layanan telekomunikasi yang telah disediakan oleh Kemkomdigi,” jelasnya.
5. Saatnya Upgrade Layanan
Realistis melihat kebutuhan. Jika di rumah Anda terdapat banyak gawai—mulai dari laptop, ponsel pintar, hingga smart TV—yang harus terhubung secara bersamaan, maka sudah saatnya mempertimbangkan untuk menaikkan kapasitas (upgrade) paket internet. Pilihlah paket dengan kecepatan lebih tinggi agar pekerjaan tidak tersendat hanya karena limitasi kecepatan (bandwidth).
Di tengah ancaman krisis yang membayangi, kelancaran infrastruktur digital bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan urat nadi pertahanan ekonomi masyarakat.













