Menteri Komdigi, Meutya Hafid. (Foto: Komdigi)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Kemenko Polhukam, Badan Intelijen Negara (BIN), BSSN, dan Bareskrim Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor operasional Meta Indonesia di Jakarta pada Rabu sore (4/3/2026).
Langkah tegas ini dipicu oleh rendahnya tingkat kepatuhan perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp tersebut dalam memberantas konten negatif di Indonesia. Menteri Komdigi, Meutya Hafid, membeberkan bahwa tingkat kepatuhan Meta saat ini berada di angka yang sangat memprihatinkan, yakni hanya 28,47 persen—menjadikannya yang terendah di antara platform media sosial lain.
Meutya secara tajam menyoroti standar ganda sistem moderasi Meta. Ia mengaku heran mengapa konten yang menyuarakan tentang Palestina bisa dengan sangat cepat dihapus (take down), sementara konten judi online (judol), disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) dibiarkan merajalela.
“Konten DFK ini mengancam nyawa masyarakat Indonesia, tapi Meta bisa dengan santai membiarkan,” kritik Meutya di sela-sela sidak tersebut.
Ultimatum Tanpa Sanksi Langsung
Terkait potensi sanksi, pemerintah saat ini masih di tahap memberikan teguran keras. Kendati belum merinci sanksi hukuman yang akan dijatuhkan, Meutya menegaskan bahwa Komdigi telah menetapkan tenggat waktu (timeline) dan target spesifik yang wajib dipenuhi oleh Meta.
Pemerintah menuntut Meta untuk segera memperkuat sistem moderasi, mempercepat penghapusan konten negatif, serta mencegah eksploitasi seksual dan penipuan digital di platform mereka.
“(Saat ini) menunggu komitmen-komitmen dari Meta untuk bisa terbuka. Saya menghormati karena beliau harus melaporkan ke pusat, jadi nanti kita tunggu waktunya. Tapi ada timeline dan ada target-target yang bisa kita minta,” tegas Menkomdigi.
Respons Meta Indonesia
Menanggapi gempuran kritik dari pemerintah, Kepala Kebijakan Publik Meta Indonesia, Berni Moestafa, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berbenah dan mematuhi regulasi yang berlaku di Tanah Air.
“Kami juga sudah memberikan komitmen untuk menindaklanjuti apa yang tadi sudah dibicarakan dan disampaikan oleh Ibu Menteri agar bisa melakukan perbaikan-perbaikan yang diharapkan membuat platform kami lebih aman buat kita semua,” ujar Berni.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













