Selandia Baru ‘Lumpuh’ Diterjang Badai Dahsyat, 30.000 Rumah Padam Listrik

Ikhsan Medium.jpeg

Selasa, 17 Februari 2026 – 00:30 WIB

Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang sepanjang Senin (16/2/2026), melumpuhkan Selandia Baru. (Foto: RNZ)

Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang sepanjang Senin (16/2/2026), melumpuhkan Selandia Baru. (Foto: RNZ)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Cuaca ekstrem mengamuk di Pulau Utara Selandia Baru pada Senin (16/2/2026). Kombinasi hujan lebat dan angin kencang dengan kecepatan mencekam tidak hanya melumpuhkan jadwal penerbangan, tetapi juga memutus aliran listrik bagi puluhan ribu warga.

Laporan Radio New Zealand (RNZ) menyebutkan, lebih dari 30.000 properti kini gelap gulita. Angin kencang yang mengganas berhasil menumbangkan pepohonan besar dan merobohkan jaringan transmisi listrik di sebagian besar wilayah selatan Pulau Utara.

Penyedia listrik Powerco mengonfirmasi adanya 23.000 gangguan di seluruh jaringannya. Dari jumlah tersebut, sekitar 10.000 gangguan terkonsentrasi di wilayah ibu kota, Wellington.

Darurat di Lima Distrik

Kondisi di lapangan tampak memprihatinkan. Gambar-gambar yang beredar di jagat maya menunjukkan kawasan semi-pedesaan yang berubah menjadi lautan air. Rumah-rumah tergenang, sementara sejumlah ruas jalan dilaporkan tergerus dan rusak parah akibat banjir.

Melihat skala kerusakan, pemerintah setempat menetapkan status darurat di lima distrik, yakni: Manawatu, Rangitikei, Tararua, Waipa, dan Otorohanga

Di wilayah Manawatu-Whanganui, situasi bahkan jauh lebih kritis. Sementara di Masterton, tepatnya di kawasan Lincoln Road, proses evakuasi warga terpaksa dilakukan karena ancaman pohon tumbang yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Pohon-pohon berakar dangkal di Lincoln Road sangat tidak stabil. Kami menutup jalan dan mengevakuasi warga demi keselamatan,” ujar Ian Wright, Asisten Komandan Wilayah Wairarapa.

Penerbangan Lumpuh, Angin Mencapai 240 Km/Jam

Sektor transportasi udara tak luput dari dampak badai. Maskapai nasional Air New Zealand terpaksa membatalkan sejumlah jadwal penerbangan dari dan menuju pusat-pusat kota besar, termasuk Wellington.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami terus memantau kondisi dengan saksama dan berharap layanan bisa segera pulih setelah angin mereda,” kata Kepala Operasional Air New Zealand, Alex Marren.

Kecepatan angin kali ini memang di luar nalar. Di Cape Turnagain, hembusan angin tercatat mencapai 240 kilometer per jam. Di dataran tinggi Wellington, kecepatan angin menyentuh 190 km/jam, sementara di pusat kota berhembus kencang hingga 130 km/jam.

Otoritas cuaca memperkirakan hujan lebat dan angin kencang masih akan menyelimuti wilayah selatan Pulau Utara sebelum akhirnya bergeser ke arah selatan pada Senin sore. Warga diimbau untuk tetap waspada dan meminimalisir aktivitas di luar ruangan.