Samsung dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah besar di bisnis ponsel lipat. Menurut bocoran terbaru, perusahaan asal Korea Selatan itu disebut akan menghentikan lini Galaxy Z Flip setelah peluncuran Galaxy Z Flip8.
Informasi tersebut datang dari pembocor teknologi Ice Universe yang dikenal memiliki rekam jejak cukup akurat terkait produk Samsung. Jika rumor ini benar, maka Galaxy Z Flip8 akan menjadi model terakhir dari seri ponsel lipat bergaya clamshell yang selama ini menjadi salah satu andalan Samsung.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari Samsung, rumor tersebut muncul di tengah perubahan kondisi pasar smartphone lipat yang mulai melambat.
Pasar Flip Foldable Mulai Menyusut
Beberapa tahun lalu, ponsel lipat model clamshell diprediksi menjadi masa depan industri smartphone. Namun dalam perkembangannya, pilihan produk di segmen tersebut justru semakin terbatas.
Di luar China, hanya Samsung dan Motorola yang masih aktif menawarkan smartphone lipat bergaya flip.
Sementara itu, sejumlah produsen seperti OPPO, Xiaomi, vivo, dan Honor mulai mengurangi bahkan menghentikan penjualan perangkat flip foldable di pasar Eropa dan Amerika Serikat.
Kondisi tersebut menunjukkan permintaan terhadap ponsel lipat model flip tidak tumbuh secepat yang diperkirakan.
Harga Komponen Ikut Menekan
Laporan tersebut juga menyebut kenaikan harga komponen menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi strategi Samsung.
Harga RAM dan komponen penyimpanan yang terus meningkat membuat biaya produksi smartphone premium ikut naik. Dampaknya sudah mulai terlihat pada beberapa perangkat baru, termasuk seri Motorola Razr 70 Ultra yang mengalami kenaikan harga dibanding generasi sebelumnya.
Apabila tren ini berlanjut, produsen diperkirakan akan lebih selektif mempertahankan lini produk yang memiliki permintaan tinggi.
Fold8 Ultra Disebut Bawa Kamera Lebih Canggih
Di sisi lain, Samsung dikabarkan akan memperkuat lini foldable premium melalui Galaxy Z Fold8 Ultra.
Menurut bocoran dari tipster Lanzuk di platform Naver, perangkat tersebut akan mengadopsi sejumlah kemampuan kamera milik Galaxy S26 Ultra.
Fitur yang disebut akan hadir antara lain dukungan video LUT untuk color grading profesional, peningkatan kemampuan fotografi malam, pemrosesan gambar yang lebih baik, serta fitur perekaman video menggunakan kamera depan dan belakang secara bersamaan.
Meski demikian, peningkatan tersebut diperkirakan lebih banyak berasal dari sisi perangkat lunak. Bocoran sebelumnya menyebut Fold8 Ultra masih akan mempertahankan kamera utama 200 MP, kamera telefoto 10 MP dengan zoom optik 3x, serta kamera ultrawide 50 MP.
Samsung dijadwalkan memperkenalkan Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8 dalam ajang Galaxy Unpacked pada 22 Juli 2026.
Galaxy S26 Justru Pecahkan Rekor Penjualan
Rumor mengenai masa depan Galaxy Z Flip muncul ketika Samsung sedang menikmati penjualan kuat dari seri Galaxy S26.
Di Korea Selatan, lini Galaxy S26 tercatat terjual 3 juta unit hanya dalam 118 hari. Angka tersebut jauh lebih cepat dibanding seri Galaxy S25 yang membutuhkan sekitar enam bulan untuk mencapai pencapaian serupa.
Galaxy S26 Ultra menjadi model paling diminati dengan kontribusi sekitar 70 persen dari total pre-order. Tingginya permintaan juga mendorong Samsung meningkatkan target produksi Galaxy S26 pada Juli dari 1 juta menjadi 1,5 juta unit.
Data tersebut menunjukkan bahwa di tengah pertumbuhan smartphone berbasis AI, perangkat flagship konvensional masih menjadi penyumbang penjualan terbesar Samsung dibanding lini ponsel lipat.













