Aryna Sabalenka dari Belarusia berbicara kepada media pada hari pertama Miami Open di Hard Rock Stadium pada 17 Maret 2026 di Miami Gardens, Florida. (Foto: Rich Storry/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketegangan terjadi antara petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, dengan pihak penyelenggara Dubai Tennis Championships. Bintang asal Belarusia tersebut membuka kemungkinan untuk memboikot atau tidak akan pernah tampil lagi di turnamen WTA 1000 tersebut pada masa mendatang.
Sikap tegas ini merupakan respons atas kritik pedas dari Direktur Turnamen Dubai, Salah Tahlak, yang sebelumnya meminta agar Sabalenka dan petenis nomor dua dunia, Iga Swiatek, dijatuhi hukuman pengurangan poin peringkat karena mundur dari edisi Februari 2026.
“Saya tidak yakin ingin kembali ke sana setelah komentarnya. Bagi saya, itu sudah keterlaluan,” tegas Sabalenka, dikutip dari The Guardian, Kamis (19/3/2026).
Awal Mula Konflik
Perselisihan ini bermula ketika Sabalenka dan Swiatek secara mendadak mundur menjelang bergulirnya Dubai Tennis Championships 2026 bulan lalu. Saat itu, Tahlak secara terbuka menyayangkan keputusan kedua petenis top tersebut dan menuntut sanksi yang lebih berat dari asosiasi.
“Ini cukup mengejutkan saat kami mendapat kabar mundurnya Aryna dan Iga. Alasannya agak aneh. Iga mengatakan belum siap secara mental, sementara Sabalenka menyebut ada cedera ringan,” ujar Tahlak beberapa waktu lalu.
“Menurut saya harus ada hukuman lebih tegas, bukan hanya denda. Mereka juga harus kehilangan poin peringkat,” tambahnya.
Pembelaan Sabalenka dan Respons WTA
Menanggapi komentar Tahlak, Sabalenka menyebut pandangan sang direktur sangat konyol dan tidak etis. Ia menilai pihak penyelenggara lebih mementingkan bisnis ketimbang kesehatan fisik dan mental para atlet yang harus menghadapi jadwal tur yang terlampau padat.
“Bagi saya ini sangat aneh, bahkan menyedihkan, melihat bahwa pihak turnamen tidak melindungi kami sebagai pemain. Mereka hanya peduli pada penjualan dan turnamennya saja,” kritik juara Grand Slam tersebut. Ia menambahkan bahwa keputusan mundur bukanlah hal yang mudah karena ia juga tidak ingin mengecewakan penggemar.
Di sisi lain, Asosiasi Tenis Wanita (WTA) tampaknya berada di pihak para pemain. Dalam pernyataan resminya, WTA menegaskan bahwa kesejahteraan atlet adalah prioritas utama. Mereka mengakui bahwa kalender kompetisi tenis saat ini sudah berada di level yang tidak berkelanjutan (unsustainable).
Sebagai solusi jangka panjang, WTA telah membentuk Tour Architecture Council guna meninjau ulang struktur kalender tur, yang rekomendasinya ditargetkan mulai diterapkan pada musim 2027. Sementara itu, pihak Dubai Tennis Championships sejauh ini belum memberikan tanggapan balasan terkait kritik balik dari Sabalenka.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












