Rupiah Sempat Menguat Tapi ‘Letoi’ Lagi ke Level Rp17.732/Dolar AS

Clara Medium.jpeg

Senin, 25 Mei 2026 – 11:45 WIB

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (15/4/2026) melemah 16 poin atau 0,09 persen menjadi Rp17.143 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.127 per dolar AS. (Foto: Shutterstock)

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (15/4/2026) melemah 16 poin atau 0,09 persen menjadi Rp17.143 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.127 per dolar AS. (Foto: Shutterstock)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah saat perdagangan Senin (25/5/2026), bergerak menguat 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.696 per dolar AS ketimbang penutupan perdagangan Jumat (22/5) yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah mengemuka di tengah harapan perdamaian antara AS dengan Iran bisa benar-benar terwujud.

“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS karena harapan perdamaian di Timteng (Timur Tengah) dan harga minyak mentah dunia yang turun, merespons pernyataan Trump (Presiden AS) yang mengatakan, perundingan dengan Iran berjalan secara konstruktif,” kata Lukman di Jakarta, Senin (25/5).

Mengutip Anadolu, Trump mengonfirmasi bahwa sebuah kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran “sebagian besar telah dinegosiasikan” dan akan segera dilakukan finalisasi.

Trump mengatakan telah membahas rancangan kesepakatan tersebut melalui komunikasi “yang sangat baik” dengan sejumlah pemimpin kawasan.

Washington dan Teheran terus menegosiasikan usulan kesepakatan berikut balasannya melalui perantaraan Pakistan terkait pembukaan Selat Hormuz, upaya mengatasi kekhawatiran atas program nuklir Iran, dan pencabutan sanksi.

Adapun sentimen domestik mulai membaik sejak perdagangan Jumat, di mana, pasar ekuitas ditutup positif. “Namun masih ada tekanan pada rupiah setelah data neraca transaksi berjalan yang menunjukkan defisit yang cukup besar,” ujar Lukman.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi akan bergerak di kisaran Rp17.600-Rp17.750 per dolar AS.

Sementara data Bloomberg sekitar pukul 09.15 WIB, menyebut capaian berbeda di pasar spot exchange. Di mana, rupiah justru ‘loyo’ sebesar 15 poin atau setara 0,08 persen, ke level Rp17.732 per dolar AS. Padahal, indeks dolar AS terkulai 0,19 persen, ke level 99.049.

Saat pembukaan perdagangan hari ini, kurs rupiah dibuka menguat 17 poin (0,10%) ke level Rp17.700 per dolar AS. Namun semuanya tak berlangsung lama karena mata uang Garuda mendadak kehilangan daya tarik di mata pelaku pasar.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang