Rudal-rudal Iran ‘Lock’ Kapal Perang AS

Nebby Medium.jpeg

Jumat, 17 April 2026 – 00:35 WIB

Tentara Iran tengah berpatroli di perairan Selat Hormuz. (Foto: Xinhua)

Tentara Iran tengah berpatroli di perairan Selat Hormuz. (Foto: Xinhua)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah Iran mengklaim telah menyiapkan sistem pertahanan untuk menghadapi kemungkinan eskalasi konflik dengan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Salah satu yang disorot adalah kesiapan peluncur rudal yang disebut telah diarahkan ke kapal perang milik AS.

Pernyataan tersebut disampaikan anggota Dewan Kebijaksanaan Iran, Mohsen Rezaee, yang menegaskan kesiapan negaranya merespons setiap potensi serangan.

“AS pasti akan gagal dalam blokade angkatan lautnya, seperti halnya kegagalan bersejarah untuk membuka Selat Hormuz. Tekanan harus ditingkatkan. Peluncur kami diarahkan ke kapal-kapal tersebut dan kami akan menenggelamkan semuanya,” kata Rezaee seperti dikutip Kantor Berita Tasnim.

Ia juga mengungkapkan pandangannya terkait peluang gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Menurutnya, perpanjangan kesepakatan tersebut belum tentu menguntungkan bagi Iran.

Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer milik AS di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut turut berdampak pada keamanan regional. Sejumlah negara di kawasan dilaporkan menutup wilayah udaranya, baik secara penuh maupun sebagian, sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman serangan rudal dan drone.

Upaya diplomasi sempat dilakukan melalui pertemuan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4). Pertemuan itu digelar setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.

Namun, hasil perundingan tersebut tidak membuahkan kesepakatan lanjutan. Sehari setelahnya, Minggu (12/4), kepala delegasi AS yang juga Wakil Presiden J. D. Vance menyatakan bahwa negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan. Delegasi AS pun kembali tanpa membawa hasil.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang