Timnas Portugal bakal tampil beda selama perhelatan Piala Dunia 2026 di tiga negara.
Skuad Selecao das quinas bakal mengenakan gelang hitam khusus sebagai penghormatan sunyi namun penuh makna untuk Diogo Jota.
Diogo Jota, penyerang Liverpool yang tercatat 49 kali membela Portugal dengan 14 gol, meninggal dunia akibat kecelakaan mobil tragis tahun lalu.
Kisah di balik gelang itu pun menyentuh hati. Aksesori tersebut bukan sembarang pernak-pernik melainkan pemberian langsung dari Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, saat ia bertemu dengan tim sebelum keberangkatan ke Amerika Utara.
Gelandang andalan Paris Saint-Germain, Vitinha, menjelaskan makna di baliknya. Gelang itu dirancang khusus agar memenuhi regulasi FIFA dan bisa dikenakan langsung di lapangan. Di permukaannya tertera nama seluruh pemain skuad, serta satu nama yang paling istimewa: Diogo Jota.
“Beliau memberi kami kebebasan untuk memilih apakah ingin menggunakannya atau tidak. Kami menerimanya dengan penuh rasa hormat dan memutuskan untuk menggunakannya,” ujar Vitinha yang dikutip dari FoxSports.
Keputusan itu bulat. Dari Ronaldo hingga para pemain muda, semua kompak mengenakan gelang tersebut, tidak hanya saat latihan, tetapi juga saat memasuki lapangan pertandingan.
Pelatih Roberto Martinez pun tak bisa menyembunyikan betapa besar pengaruh Jota terhadap persiapan mental tim. Menurutnya, kenangan akan sang penyerang justru menjadi bahan bakar yang menyulut semangat Portugal di turnamen ini.
“Diogo adalah cahaya kami. Dia ingin memenangkan Piala Dunia sehingga hal itu menjadi semacam tanggung jawab bagi kami. Karena Diogo adalah contoh murni dari keyakinan akan segala kemungkinan,” kata Martinez.
Mimpi Jota yang belum sempat terwujud itu kini menjadi misi besar yaitu membawa pulang trofi Piala Dunia pertama dalam sejarah Portugal.
Meski difavoritkan sebagai salah satu kandidat juara, Vitinha menolak terlena. Ia menegaskan bahwa Portugal butuh kerendahan hati dan ketajaman taktis, bukan sekadar nama besar agar bisa melangkah lebih jauh dari perempat final Qatar 2022.
“Kami memiliki bakat. Yang kami butuhkan hanyalah aspek teknis dan taktis yang tepat,” tegasnya.
Portugal dijadwalkan menjalani laga perdana Grup K menghadapi Republik Kongo pada 17 Juni 2026. Cristiano Ronaldo dan tim tak hanya membawa ambisi juara, di pergelangan tangan mereka, ada nama seorang sahabat yang harus mereka perjuangkan hingga akhir.










