Pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menyambut penuh antusias debut mereka di All England 2026. Turnamen bergengsi itu bukan sekadar ajang BWF World Tour Super 1000, melainkan panggung impian yang telah mereka incar sejak kecil.
Bagi Joaquin, kesempatan tampil di All England yang akan bergulir Selasa (3/3/2026) esok hari adalah momen berharga yang tak boleh disia-siakan.
“Perasaannya saya sendiri senang banget karena ini kan memang turnamen yang sudah kami kejar dari kecil. Kami pengen merasakan main di sini dan Puji Tuhan sekarang kesampaian. Ini kesempatan yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan,” ungkap Joaquin, Senin (2/3/2026).
Raymond pun mengungkapkan antusiasme serupa. Ia menyebut tampil di All England sebagai salah satu cita-cita dalam karier bulu tangkisnya.
“Pastinya sangat antusias ya di pertandingan ini. Apalagi salah satu cita-cita untuk main di All England,” timpal Raymond.
Tradisi kuat ganda putra Indonesia di All England turut menjadi sumber motivasi bagi keduanya. Sejak 2017, sektor ini nyaris konsisten menembus partai puncak di tiap edisinya, termasuk lewat penampilan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Raymond mengaku masih teringat duel sengit semifinal 2022 antara Kevin/Marcus melawan Fikri/Bagas yang menurutnya sangat berkesan.
“Kami ingat pertandingan-pertandingan ganda putra Indonesia beberapa tahun belakangan. Senior-senior kami begitu luar biasa kalau tampil di sini. Yang terseru kalau saya partai Kevin/Marcus melawan Fikri/Bagas di semifinal tahun 2022,” ujar Raymond.
Sementara itu, Joaquin menyebut keberhasilan Marcus/Kevin yang juara back to back serta Fajar/Rian menjadi inspirasi besar bagi mereka untuk menorehkan jejak serupa.
“Juara All England back to back koh Kevin dan koh Marcus atau a Fajar dan mas Rian jadi inspirasi kami untuk bisa seperti mereka juga,” kata Joaquin menimpali.












