Raih 27,8 Juta Pengunjung, Pengelola PIK 2 Janji Perbanyak Event dan Rangkul UMKM

Haris Medium.jpeg

Kamis, 5 Februari 2026 – 17:24 WIB

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Direktur Utama Agung Sedayu Group (ASG), Nono Sampono, mengungkapkan tren positif kunjungan wisata ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data satu tahun kalender, total kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut menembus angka 27,8 juta orang. Angka ini merupakan akumulasi dari wisatawan domestik dan mancanegara.

“Jumlahnya di tahun 2025 itu 27,8 juta. Alhamdulillah, ini menjadi destinasi pariwisata yang saya kira sudah menjadi tempat di mana orang luar mau datang kemari,” kata Nono kepada awak media di PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).

Mengenai target tahun 2026, Nono optimistis angka kunjungan akan terus meningkat signifikan. Strateginya, ASG akan menghadirkan berbagai atraksi baru dan acara berskala besar.

“Tentu target 2026 akan lebih meningkat. Kami upayakan agar lebih menarik, event-event yang bersifat kolosal dan lain sebagainya nanti akan kami hadirkan di sini,” paparnya.

Catatan Legislator Banten

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII DPR RI, Mujakkir Zuhri, mengapresiasi fasilitas dan upaya pengelola PIK 2 dalam menumbuhkan ekonomi kawasan.

Namun, Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banten III ini memberikan catatan penting. Ia berharap destinasi wisata di PIK bersifat inklusif agar tidak memunculkan kesenjangan sosial.

“Jangan sampai PIK 2 yang kini menjadi destinasi populer hanya bisa dinikmati oleh masyarakat kelas atas,” tegas Mujakkir.

Selain itu, Mujakkir menyoroti peran Pemerintah Daerah (Pemda) yang dinilai harus lebih aktif. Ia mengingatkan agar Pemda dan aparat penegak Perda (Satpol PP) tetap menjalankan fungsi pengawasannya secara ketat, memastikan pariwisata dibangun secara berkelanjutan dan bermanfaat bagi lingkungan.

“Saya mohon Pemda jangan diam saja. Satpol PP, Pemda harus benar-benar mengawasi. Tidak peduli siapa nanti yang mengelola, fungsi pengawasan pemerintah harus jalan,” pungkasnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Nono Sampono menyatakan keterbukaannya.

“Masukan dari Dewan kami tampung sebagai bahan evaluasi ke depan. Terutama hal-hal yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata,” tutup Nono.