Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, melihat potensi besar kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga, termasuk penyelenggaraan ajang lari berskala internasional.
Menurut Rahayu, kawasan yang dikelola Agung Sedayu Group (ASG) tersebut memiliki karakteristik yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi lokasi lomba lari jarak jauh seperti full marathon.
Hal itu disampaikan Rahayu setelah menjajal rute lari di kawasan Sunset Pier, PIK, dalam acara Merah Putih Bersinar: Family Color Fun Run 3,5K, Jumat (21/8/2026) petang.
Rahayu Soroti Ruang Terbuka Hijau di PIK
Rahayu mengatakan pengalaman berlari di kawasan Sunset Pier memberikan kesan berbeda. Namun, dia memberikan catatan terkait ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan tersebut.
Menurutnya, penambahan pepohonan penting untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan peserta apabila PIK nantinya menjadi lokasi penyelenggaraan lomba lari jarak jauh.
“Ini karena lahannya masih luas sekali. Cuma memang satu masukan saya kepada developer, harus lebih banyak lagi pohon-pohonnya. Karena kerasa banget oksigennya masih agak kurang di sini karena sangat tandus ya, tapi kan ini memang land yang baru,” ujar Rahayu.
Rahayu memahami kondisi tersebut karena kawasan yang dikembangkan masih relatif baru. Pepohonan yang telah ditanam membutuhkan waktu untuk tumbuh dan membentuk ruang hijau yang lebih optimal.
Namun, dia menilai aspek ruang hijau perlu menjadi perhatian jika PIK ingin menggelar ajang marathon dengan jarak yang lebih panjang.
PIK Dinilai Berpeluang Gelar Full Marathon
Rahayu mengatakan kawasan PIK berpotensi menjadi lokasi penyelenggaraan marathon apabila pengembangan ruang terbuka hijau terus dilakukan.
“Tapi kalau misalkan nanti sudah lebih banyak lagi green space-nya, mudah-mudahan saya rasa ini bisa banget untuk bahkan marathon ke depan,” katanya.
Menurut Rahayu, faktor cuaca dan kondisi lingkungan menjadi hal penting dalam penyelenggaraan lomba lari jarak jauh. Suhu yang terlalu panas dan minimnya ruang hijau dapat meningkatkan risiko bagi pelari.
“Tapi memang untuk marathon berdasarkan pengalaman ya, bahaya kalau misalkan terlalu panas, bahaya kalau oksigennya kurang. Itu sudah dialami di ajang-ajang lari yang lainnya, dan itu harus diperhatikan oleh semua penyelenggara,” tegasnya.
Karena itu, Rahayu menilai pengembangan kawasan olahraga tidak hanya perlu memperhatikan aspek jalur dan fasilitas, tetapi juga lingkungan yang mendukung keselamatan peserta.
PIK Makin Diminati sebagai Lokasi Event Lari
Advertising & Promotion Director Agung Sedayu Group, Miranda Dyah Widiastuti, mengatakan kawasan PIK saat ini semakin diminati sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan olahraga, khususnya event lari.
Menurut Miranda, tingginya frekuensi kegiatan lari di PIK terlihat dari agenda sepanjang Agustus 2026.
“Memang kayak contohnya di area ini aja di Sunset Pier, dalam bulan Agustus ini ada lima kali event lari. Berarti ada minggu yang bahkan dua kali event lari. Jadi tempat ini memang semakin lama semakin populer untuk tempat lari, dan juga di berbagai area di PIK,” tutur Miranda.
Pihak pengembang juga menawarkan sejumlah karakter rute yang berbeda bagi peserta. Jalur lari tersedia di sejumlah area, mulai dari kawasan mangrove, tepi pantai, hingga tepi sungai di kawasan Greenbelt.
Variasi tersebut menjadi salah satu daya tarik PIK sebagai lokasi kegiatan olahraga. Jalur yang tersedia juga dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi peserta dalam setiap penyelenggaraan event.
Pengembang Buka Peluang Event Lari Berskala Besar
Miranda mengatakan pihak Agung Sedayu Group terbuka terhadap berbagai kegiatan olahraga yang ingin digelar di kawasan PIK.
Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari, kawasan tersebut berpeluang menjadi lokasi penyelenggaraan event secara rutin maupun ajang dengan skala yang lebih besar.
Wacana PIK sebagai lokasi marathon internasional pun menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan seiring dengan kesiapan kawasan, termasuk peningkatan ruang terbuka hijau dan fasilitas pendukung.
Jika aspek lingkungan, keamanan, dan infrastruktur dapat terus dikembangkan, PIK berpotensi menjadi salah satu destinasi olahraga lari di Jakarta dan sekitarnya.










