Putri KW Bidik Gelar Perdana Indonesia Open 2026, Ingin Pecah Telur di Istora

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Selasa, 14 April 2026 – 18:48 WIB

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani dalam sesi jumpa pers di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Foto: inilah.com/Harris Muda)

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani dalam sesi jumpa pers di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Foto: inilah.com/Harris Muda)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, membawa ambisi besar menghadapi Indonesia Open 2026. Turnamen level BWF Super 1000 itu dipandang sebagai momentum untuk meraih gelar perdana di Istora Senayan, Jakarta.

Putri mengakui masih menyimpan rasa penasaran karena belum pernah mencatatkan hasil maksimal di turnamen individu yang digelar di Istora. Sepanjang kariernya, pencapaian terbaiknya di venue tersebut umumnya berhenti di fase awal hingga perempat final.

“Target pribadi yang pasti pengen dapat hasil yang terbaik di Indonesia Open. Penasaran juga, karena main di Indonesia saya belum pernah sampai semifinal. Jadi targetnya ingin bisa naik podium,” kata Putri dalam sesi jumpa pers di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Pada Indonesia Open 2025, Putri mencatat hasil terbaiknya dengan menembus babak perempat final. Langkahnya saat itu terhenti setelah kalah dari unggulan Jepang, Akane Yamaguchi.

Putri menilai persaingan di sektor tunggal putri saat ini semakin ketat, terutama di jajaran 10 besar dunia. Menurutnya, faktor konsistensi menjadi pembeda utama ketika menghadapi pemain elite.

“Kalau untuk tunggal putri, menurut saya yang paling penting itu konsistensi di lapangan. Tidak mudah melawan pemain Top 1 sampai Top 5. Harus benar-benar fokus dari awal sampai akhir,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga pola permainan agar tetap stabil sepanjang pertandingan. Kesalahan kecil, menurutnya, bisa langsung dimanfaatkan lawan di level atas.

Dari sisi persiapan, Putri memiliki waktu cukup panjang sebelum Indonesia Open dimulai. Ia berencana memaksimalkan periode tersebut untuk meningkatkan aspek teknis dan fisik.

Evaluasi juga dilakukan setelah penampilannya di Badminton Asia Championships 2026, di mana ia terhenti di babak 16 besar usai kalah dari wakil China, Gao Fang Jie. Hasil itu menjadi bahan perbaikan menjelang turnamen di kandang sendiri.

“Sebelum Indonesia Open saya tidak ada pertandingan, jadi waktunya cukup untuk meningkatkan teknik dan fisik. Evaluasinya tetap di fokus dan konsistensi di lapangan, itu harus lebih ditingkatkan,” kata Putri.

Indonesia Open 2026 menjadi peluang penting bagi Putri untuk membuktikan perkembangan performanya sekaligus mengakhiri penantian gelar di hadapan publik sendiri. Dukungan penonton Istora yang dikenal kuat diharapkan menjadi faktor tambahan dalam upayanya menembus podium.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang