Premanisme Bikin Investasi Nasional Terhambat Hingga 40 Persen, Kasus Kadin Cilegon Jadi Contoh

Clara Medium.jpeg

Rabu, 19 November 2025 – 13:37 WIB

Wakil Menteri Investasi/Hilirisasi (BKPM) Todotua Pasaribu saat berpidato dalam acara Antara Business Forum di Hotel The Westin Jakarta, Rabu (19/11/2025). (Foto: Inilah.com/ClaraAnna).

Wakil Menteri Investasi/Hilirisasi (BKPM) Todotua Pasaribu saat berpidato dalam acara Antara Business Forum di Hotel The Westin Jakarta, Rabu (19/11/2025). (Foto: Inilah.com/ClaraAnna).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah menyoroti praktik premanisme yang dinilai masih menjadi salah satu hambatan terbesar dalam arus investasi nasional. Fenomena ini tidak hanya muncul di masyarakat atau organisasi kemasyarakatan (ormas), tetapi disebut-sebut merembes ke sejumlah institusi pemerintahan.

“Di negara kita ini juga ada satu isu yang cukup signifikan yang memberikan kontribusi yang sangat besar dalam dunia investasi adalah kegiatan premanisme. Premanisme, ormas lah, bahkan saya bilang ya premanismenya di kalangan institusi pemerintahan juga ada,” ujar Wakil Menteri Investasi/Hilirisasi (BKPM) Todotua Pasaribu, dalam acara Antara Business Forum di Hotel The Westin Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Todotua menjelaskan, biaya tambahan akibat aksi premanisme menyumbang 15 hingga 40 persen terhadap cost of investment dan cost of production proyek.

“Dalam semua lembaga riset dan survei menyatakan bahwa ini berkontribusi 15-40 persen terhadap cost of investment and then cost of production dalam investasi kita. Ini udah gak boleh lagi,” kata dia.

Dia mencontohkan kasus premanisme di Kota Cilegon, Banten, di mana pihak tertentu meminta jatah Rp5 triliun terhadap kontraktor PT Chandra Asri Alkali (CAA). Akibat aksi tersebut, investasi di Indonesia sempat menurun.

“Kejadian Kadin Cilegon. Semenjak itu turun drastis. Terus kita monitor tiap minggu, ngecek. Saya tiap minggu itu diinformasikan terus. Kita mau lihat, karena ini impact-nya cukup besar. Negara harus ada di sini memberikan kepastian. Kita setuju bahwa investasi itu harus berkontribusi terhadap para pelaku usaha lokal kita,” jelas Todotua.

Menurutnya, investasi bertujuan membuka atau membangun ekonomi baru, sekaligus menjadi penopang strategi penciptaan lapangan kerja.

“Tahun ini sampai Kuartal III kita sudah ada penambahan tenaga kerja baru sekitar 1,9 juta. Dan memang kita targetkan setiap tahun itu 2,5 sampai 3 juta. Selain angka realisasi investasi, serapan tenaga kerja dan lain-lain,” tutur dia.

Topik
Komentar