Danantara Ajak Purbaya Negoisasi Utang Whoosh dengan China

Clara Medium.jpeg

Rabu, 19 November 2025 – 14:23 WIB

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. (Foto: Inilah.com/Clara Anna).

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. (Foto: Inilah.com/Clara Anna).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan akan menggandeng Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam perjalanan ke China bersama tim negosiasi untuk membahas utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh.

“Iya dong, pak Purbaya kan pak Menkeu dan tentu akan masuk di sana (tim negosiasi),” ujar Pandu kepada wartawan di Hotel The Westin Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Saat ditanya kapan tim negosiasi akan berangkat, Pandu tidak merinci waktu keberangkatan dan menyerahkan keputusan tersebut kepada Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.

“Kalau itu beda lagi, yang penting sudah disampaikan ke pak Presiden. Nanti kalau untuk itu bisa dari pak Dony,” jelas Pandu.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak ingin pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung justru menimbulkan kerugian negara jika menggunakan APBN. Namun, dia menyatakan akan mengikuti arahan Presiden Prabowo yang sempat menyinggung penyelesaian utang proyek era Jokowi tersebut.

“Kalau saya mending enggak bayar. Tapi itu kan ada kebijakan pemimpin di atas ya Presiden, tapi ini belum putus,” kata Purbaya kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Purbaya menjelaskan pemerintah hanya akan menanggung sebagian utang terkait sisi proyek infrastruktur, bukan keseluruhan utang yang berkaitan dengan rolling stock. Ia menekankan kebijakan final belum diambil.

“Rolling stock-nya bukan kita yang nanggung, cuma kita belum sampai kesimpulan detailnya seperti apa. Makanya saya bilang, kalau sampai mereka diskusi dengan sana (China), saya ikut, saya mau lihat, jangan sampai saya rugi-rugi amat, tapi kita lihat yang terbaik buat keuangan negara,” ucapnya.
 

Topik
Komentar