Final UEFA Conference League (UECL) bakal tersaji di Red Bull Arena, Leipzig, Jerman, Kamis (28/5/2026) pukul 02.00 WIB.
Crystal Palace akan beradu taktik dengan Rayo Vallecano untuk mengukir sejarah baru di kompetisi antarklub Eropa.
Crystal Palace mengusung ambisi besar untuk mengakhiri musim yang penuh naik-turun dengan raihan gelar juara Eropa pertama mereka.
Perjalanan The Eagles menuju partai final sangat impresif meskipun mereka sempat kesulitan di awal musim. Palace tercatat hanya menempati posisi ke-10 pada fase liga kompetisi kasta ketiga Eropa ini.
Namun, mentalitas mereka berubah drastis saat memasuki babak gugur dengan menyingkirkan tim-tim tangguh seperti Zrinjski Mostar, AEK Larnaca, hingga Fiorentina.
Sayangnya, performa gemilang di Eropa tidak berbanding lurus dengan hasil yang mereka dapatkan di kompetisi domestik Premier League. Pasukan Glasner tercatat gagal meraih satu pun kemenangan dalam empat laga terakhir liga Inggris, termasuk kalah 1-2 dari Arsenal di pekan penutup.
Tren positif Rayo
Berbeda dengan lawannya, Rayo Vallecano datang ke Leipzig dengan bekal tren positif dan stabilitas performa yang sangat terjaga. Wakil asal Spanyol ini belum terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir mereka di seluruh kompetisi.
Dalam rentetan hasil positif tersebut, tim yang dilatih oleh Inigo Perez berhasil mencatatkan enam kemenangan penting. Kedisiplinan menjadi kunci utama Rayo dalam melewati hadangan lawan-lawannya di fase gugur Conference League.
Setelah melewati pertarungan yang sangat ketat di babak 16 besar dan perempat final, mereka tampil solid saat membungkam Strasbourg. Rayo melaju ke final dengan keunggulan agregat 2-0 atas wakil Prancis tersebut di babak semifinal.
Laga final ini memiliki arti yang sangat mendalam bagi Rayo Vallecano karena menjadi partai puncak kompetisi Eropa pertama sepanjang sejarah klub. Kemenangan bukan hanya soal trofi, namun juga tiket otomatis ke kompetisi Eropa musim depan.
Hal ini menjadi sangat krusial mengingat Rayo gagal menembus posisi tujuh besar di klasemen akhir La Liga. Kemenangan di Leipzig akan menjadi satu-satunya jalan bagi mereka untuk tetap eksis di panggung internasional tahun depan.
Tensi tinggi laga final
Faktor mental dan kondisi fisik pemain diprediksi akan menjadi penentu utama dalam laga krusial ini.
Tumpuan utama serangan Palace akan berada di pundak Ismaila Sarr yang sedang dalam performa terbaiknya di Eropa. Penyerang Senegal ini selalu mencetak gol dalam lima laga Conference League terakhir dan memuncaki daftar top skor dengan sembilan gol.
Rayo Vallecano juga menghadapi situasi yang kurang menguntungkan terkait komposisi pemain sayap mereka. Carlos Martin diragukan tampil akibat masalah punggung, sementara Luiz Felipe dipastikan absen hingga akhir musim karena cedera parah.
Beberapa pemain lain seperti Ilias Akhomach dan Diego Mendez juga dilaporkan belum berada dalam kondisi fisik seratus persen. Meski demikian, kehadiran Isi Palazon yang bisa bermain meski dihukum di kompetisi domestik memberikan angin segar bagi Rayo.
Palazon telah mengoleksi tiga gol di kompetisi ini, hanya tertinggal satu gol dari penyerang utama mereka, Alemao. Persaingan ketajaman antara Sarr dan Alemao di lini depan diprediksi akan membuat jalannya laga menjadi semakin menarik.













