Jajaran Dittipidsiber Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers kasus e-Tilang palsu dengan modus SMS blast yang mencatut nama Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (25/2/2026). (Foto: Antara/Nadia Putri Rahmani)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri kini tengah membidik dua warga negara (WN) China yang menjadi otak di balik layar penipuan online bermodus SMS blast e-tilang palsu. Keduanya diketahui mengendalikan operasional dari jauh setelah sempat mampir ke Indonesia.
Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, menegaskan identitas kedua aktor intelektual tersebut sudah berada di genggaman penyidik.
“Untuk dua pengendali China ini, kita sedang dalami dan kita sudah mendapat identitas, koordinasi dengan Hubinter dan Interpol,” ujar Himawan kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).
Dua sosok misterius ini menggunakan identitas akun Telegram Lee SK dan Daisy Qiu untuk menyetir lima kaki tangan mereka di Indonesia. Polri segera mengambil langkah internasional untuk menyeret mereka.
“Kita terbitkan red notice dan kita juga melakukan komunikasi intens dengan China, karena di situ tertera alamat pengirimannya. Kita pastikan apakah memang benar alamatnya di sana atau alamat yang palsu untuk itu dua,” jelas Himawan.
Rupanya, Lee SK dan Daisy Qiu tidak hanya mengendalikan lewat ponsel. Mereka sempat menginjakkan kaki di tanah air untuk memberikan kursus singkat cara mengoperasikan perangkat SIM box kepada para tersangka lokal. Bahkan, perangkat mesin blasting tersebut dikirim langsung dari Negeri Tirai Bambu.
“Dari 7 unit SIM box, dapat diidentifikasi dua kali pengiriman pada bulan September dan Desember 2025, dan sisanya masih dalam pendalaman penyidik,” lanjut Himawan.
Hingga kini, lima eksekutor lokal berinisial WTP (29), FN (41), RW (40), BAP (38), dan RJ (29) sudah lebih dulu mendekam di sel. Mereka bukan sekadar pembantu, melainkan operator yang punya peran spesifik:
- WTP: Pelaku utama pengoperasi perangkat dan pelaku SMS blasting sejak September 2025.
- FN: Penyedia jasa SMS blast untuk klien asing dan pengelola kartu SIM sejak Juli 2025.
- RW: Pembantu operasional SMS blasting di bawah arahan tersangka FN.
- BAP: Operator perangkat dan pelaku utama blasting sejak Februari 2025.
- RJ: Pemasok kartu SIM “matang” alias sudah teregistrasi kepada para pelaku.













