Publik akan segera disuguhi oleh fenomena Cold Moon, bulan purnama penutup yang akan menerangi langit di penghujung tahun. (Foto: Unsplash/Gemini AI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tirai penghujung tahun 2025 segera dibuka dengan sebuah pertunjukan kosmik yang selalu dinanti: Supermoon terakhir tahun ini. Fenomena yang dikenal dengan nama indah Cold Moon ini siap menyapa langit global, menutup rangkaian supermoon langka yang telah memanjakan mata masyarakat sepanjang tahun. Setelah dua purnama istimewa sebelumnya, kini giliran Cold Moon, sang penutup, untuk bersinar dengan keagungan penuh.
Bagi Anda yang bertanya-tanya, apa sebetulnya Cold Moon ini? Mengutip laporan Newsweek pada Selasa (2/12/2025), supermoon adalah kondisi ketika fase bulan purnama terjadi bersamaan dengan momen Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi dalam orbitnya yang berbentuk elips. Titik terdekat ini dikenal dengan sebutan perigee. Kedekatan jarak ini, secara optik, membuat Bulan tampak jauh lebih besar dan terang dari penampakan biasanya.
Meskipun istilah ‘supermoon’ bukanlah terminologi resmi dalam astronomi, NASA menjelaskan bahwa istilah ini jamak digunakan untuk mendeskripsikan bulan purnama yang berada dalam jarak setidaknya 90 persen dari perigee. Cold Moon, yang juga akrab disapa ‘Bulan Malam Panjang’ (Long Night Moon), diprediksi akan mencapai puncaknya pada Kamis, 4 Desember 2025.
Mengintip Puncak Keindahan Sang ‘Bulan Dingin’
Nama Cold Moon sendiri sarat makna spiritual dan historis. Ia dinamai demikian karena terbit pada bulan Desember, saat Belahan Bumi Utara sedang merangkul dinginnya musim salju, menandai malam terpanjang dan terdingin. Secara spiritual, bulan ini dipercaya melambangkan ajakan untuk ‘berbalik ke dalam, memperlambat ritme hidup, merenung, dan tumbuh dengan tenang’, sebuah refleksi yang tepat di akhir tahun.
Secara teknis, Bulan akan mulai menampakkan dirinya di ufuk timur segera setelah Matahari terbenam. Namun, puncak fase purnama, di mana piringan Bulan mencapai iluminasi 100 persen, akan terjadi sekitar tengah malam.
Lantas, kapan waktu terbaik untuk benar-benar menikmati momen Cold Moon ini?
Jawabannya adalah saat Bulan baru saja terbit, persis di atas cakrawala timur setelah Matahari tenggelam. Mengutip Time Out, pada saat inilah terjadi ilusi Bulan (Moon Illusion), yang membuatnya tampak luar biasa besar dan dramatis. Jika Anda beruntung bisa melihatnya di atas siluet pepohonan, gedung-gedung tinggi, atau di garis cakrawala kota, efek dramatisnya akan semakin terasa memukau.
Untuk pengalaman pengamatan yang maksimal, prinsip utamanya adalah kegelapan. Semakin gelap area tempat Anda berada, semakin baik pula pesona Cold Moon akan terpancar. Kabar baiknya, Anda dapat menyaksikan Supermoon terakhir 2025 ini tanpa memerlukan peralatan khusus apa pun. Cukup angkat pandangan ke langit dan nikmati kehadirannya yang penuh dan terang.
Namun, bagi para pengamat detail, tentu saja sepasang teropong atau teleskop akan sangat membantu untuk mengamati tekstur dan kawah di permukaan Bulan dengan lebih jelas.
Fenomena Langit Lain di Bulan Desember: Merkurius dan Geminid
Keindahan Desember 2025 tidak berhenti pada Cold Moon. Langit akhir tahun juga menyimpan persembahan kosmik lainnya.
Menurut rangkuman National Geographic, salah satu momen langka adalah penampakan planet Merkurius yang biasanya sulit diamati karena selalu berada di dekat silau Matahari. Namun, pada 7 Desember, Merkurius akan mencapai elongasi terbesar—jarak terjauh yang terlihat dari Matahari. Inilah jendela waktu terbaik untuk melihat ‘planet cepat’ ini. Cari posisinya sekitar satu jam sebelum Matahari terbit di pagi hari, di atas ufuk timur, di mana ia akan ditemani oleh planet Venus yang bercahaya.
Tak kalah spektakuler, nantikan pula puncak Hujan Meteor Geminid yang melimpah pada malam 13 hingga 14 Desember. Hujan meteor ini secara historis dikenal sebagai salah satu yang paling produktif setiap tahunnya, mampu menghasilkan antara 60 hingga 120 meteor per jam selama puncaknya, dalam kondisi langit yang benar-benar gelap dan ideal. Siapkan tempat duduk yang nyaman dan nikmati kembang api alami dari sisa-sisa komet.
Sebagai penutup, mari bersiap menyambut Cold Moon, Supermoon terakhir 2025, sebuah perpisahan kosmik yang mengundang kita untuk merenung sebelum memasuki babak baru di tahun 2026, yang juga telah menjanjikan rangkaian supermoon pada Januari, November, dan Desember.














