Pernyataan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dinilai tidak mencerminkan adab yang baik dalam menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas soal penunjukan perusahaan penyedia layanan haji (syarikah) yang hanya berjumlah dua.
Penilaian tersebut disampaikan Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlalul Ulama (PBNU) KH Ikhsan Abdullah kepada Inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (29/11/2025). Kiai Ikhsan menyoroti persoalan adab dan akhlak di Republik ini menjadi sesuatu yang amat serius.
“Pembinaan adab dan akhlak wajib menjadi prioritas pembinaan pada masa Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” kata Kiai Ikhsan.
Ia menuturkan dari taman kanak-kanak hingga lingkungan pejabat setelah hampir 10 tahun persoalan adab dan akhlak masyarakat Indonesia jauh tertinggal oleh bangsa-bangsa beradab seperti Korea dan Jepang.
“Bagaimana mereka memperlakukan alam dengan bijak menjaga lingkungan dan kebersihan termasuk menjaga adab dan akhlak dalam berbicara di ruang publik dan sosial media,” ujar Kiai Ikhsan.
Founder Indonesia Halal Watch (IHW) itu menekankan, sebagai publik figur penting sekali memberikan teladan kepada masyarakat dalam berbicara.
“Hendaklah memilih tutur kata dan bahasa yang baik dan santun. Pepatah lama, bangsa yang maju adalah menjunjung tinggi etika dan moral,” ungkap Kiai Ikhsan.
Menurut dia, banyak pilihan diksi atau kosa kata yang baik yang dapat dipilih untuk berbicara di ruang publik yang tidak menggurui, tidak menyakiti tapi justru yang memberikan semangat dan harapan kepada masyarakat.
“Masyarakat, pejabat, dan publik figur saat ini perlu mencontoh teladan dari ulama,” tutur Kiai Ikhsan yang juga mantan Wakil Sekjen MUI ini.
Sebelumnya Dahnil dalam suatu forum menanggapi pernyataan KH Anwar Abbas ihwal penunjukan perusahaan penyedia layanan haji (syarikah) yang berkurang jumlahnya dari delapan menjadi dua perusahaan. Dahlil menyebut pernyataan KH Anwar yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu dengan sebutan “cangkemnya”. Dahnil juga menyebut KH Anwar Abbas yang merupakan kiai sepuh tak paham haji dan berkomentar soal haji.
Padahal KH Anwar Abbas mengingatkan kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Haji dan Umrah untuk tidak menyerahkan pelayanan terhadap ratusan ribu jemaah haji Indonesia hanya kepada dua perusahaan saja. Namun pernyataan tersebut tidak ditanggapi dengan penjelasan oleh Dahnil Anzar, sebaliknya Dahnil Anzar mengeluarkaan pernyataan yang bernada mengejek atau negatif.











