KJRI: 140 WNI Tinggal di Apartemen Hong Kong yang Terbakar, Semuanya Bekerja sebagai ART

Ikhsan Medium.jpeg

Sabtu, 29 November 2025 – 13:45 WIB

Ada 140 WNI yang tinggal di kompleks apartemen Wang Fuk Court yang terbakar hebat di Hong Kong, dan semuanya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). (Foto: Hong Kong Free Press)

Ada 140 WNI yang tinggal di kompleks apartemen Wang Fuk Court yang terbakar hebat di Hong Kong, dan semuanya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). (Foto: Hong Kong Free Press)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Tragedi kebakaran dahsyat yang melanda kompleks apartemen Hong Kong, pada Rabu (26/11/2025) ternyata memiliki dampak luar biasa besar bagi komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI). Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, melalui pernyataan resmi pada Sabtu (29/11/2025), mengungkap data yang cukup mengejutkan: seluruh 140 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal dan bekerja di permukiman tersebut adalah PMI sektor domestik, atau Asisten Rumah Tangga (ART).

Kompleks apartemen Wang Fuk Court, yang terdiri dari delapan gedung dan menampung lebih dari 4.000 jiwa, mayoritas lansia, kini menjadi saksi bisu musibah terbesar dalam beberapa dekade terakhir di Hong Kong. Tujuh dari delapan gedung ludes dilalap si jago merah, menyebabkan kepanikan massal di antara ribuan penghuninya.

“Berdasarkan data ketenagakerjaan serta verifikasi lapangan, 140 WNI yang tinggal di kompleks apartemen tersebut merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor domestik,” jelas KJRI Hong Kong.

Perjuangan KJRI Mencari 79 WNI/PMI yang Hilang

Hingga berita ini ditulis, tragedi maut itu telah merenggut total 128 korban jiwa. Di antara angka yang memilukan itu, tujuh WNI telah dikonfirmasi meninggal dunia, dan semuanya adalah perempuan PMI sektor domestik. Selain itu, puluhan korban selamat mengalami luka serius, termasuk satu WNI yang saat ini masih dalam perawatan intensif.

Dari 140 WNI/PMI yang terdata bekerja dan tinggal di sana, baru 61 orang yang berhasil dikonfirmasi keberadaan dan kondisinya, termasuk para korban meninggal.

Kini, tim KJRI Hong Kong berjibaku dalam balapan melawan waktu untuk melacak dan memverifikasi nasib 79 WNI/PMI lainnya yang keberadaan dan kondisinya masih menjadi misteri. Angka ini menjadi fokus utama penanganan krisis oleh Pemerintah Indonesia.

Identifikasi Cepat, Bantuan Darurat Dikerahkan

Menanggapi situasi darurat ini, KJRI Hong Kong bergerak cepat. Tim khusus telah diterjunkan langsung ke lokasi, bekerja sama dengan otoritas setempat, untuk mengidentifikasi seluruh WNI yang terdampak. Selain pemastian data, bantuan darurat berupa kebutuhan primer dan logistik juga sudah didistribusikan kepada para korban selamat.

Untuk mempermudah akses informasi dan koordinasi, KJRI telah mendirikan posko kedaruratan di lokasi dan juga di gedung KJRI. Langkah proaktif lainnya adalah menjalin komunikasi intensif dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia.

“Turut menjalin komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat guna menjaring informasi keberadaan dan kondisi WNI/PMI yang mungkin terdampak,” demikian bunyi pernyataan KJRI, menekankan pentingnya peran komunitas dalam proses verifikasi yang kompleks ini.

Otoritas Hong Kong sendiri masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran terbesar di permukiman padat penduduk yang dihuni sekitar 2.000 unit apartemen ini. Fokus saat ini tidak hanya pada penyebab awal, tetapi juga dugaan adanya kelalaian yang membuat api menjalar begitu cepat.
 

Topik
Komentar