Peran Keluarga Penting Bangun Literasi Anak di Tengah Gempuran Digital

Clara Medium.jpeg

Sabtu, 31 Januari 2026 – 16:39 WIB

Dokumentasi anak-anak saat mengikuti aktivitas memecahkan misi dalam acara Trex World: The Little Explore. (Dokumentasi: Inilah.com/ Clara Anna)

Dokumentasi anak-anak saat mengikuti aktivitas memecahkan misi dalam acara Trex World: The Little Explore. (Dokumentasi: Inilah.com/ Clara Anna)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dinilai tak boleh menggeser budaya membaca buku cetak pada anak. Peran keluarga merupakan kunci utama untuk menanamkan kebiasaan literasi sejak dini, terutama ditengah dominasi gawai dalam keseharian anak-anak.

Trubus Niaga bersama PT Trex World Press dan PNSO (Peking Natural Science-Art Organization) berkolaborasi dengan menghadirkan aktivitas edukatif bagi anak-anak sejak dini melalui acara ‘Trex World: The Little Explorer’.

“Kami mengajak anak-anak menyeimbangkan ROAR (aktivitas fisik) dan READ (literasi), ditemani referensi visual terbaik dari PNSO dan Trex World Press,” ujar Eko Martanto, Manager Penerbit Trex World Press, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Acara ini digagas untuk menjawab tantangan orang tua milenial dalam menyeimbangkan gadget dengan buku fisik, serta memperkenalkan sains sejak dini melalui pendekatan yang akurat namun menghibur.

Dia mengatakan, literasi di era digital seiring dengan perkembangan teknologi memang tidak terelakkan. Namun, kebiasaan membaca buku cetak tetap dinilai lebih efektif dibandingkan membaca melalui handphone.

“Kalau ngomong perkembangan waktu, perkembangan digital itu pasti cepet banget tapi budaya membaca kembali lagi sebaiknya memang harus dengan buku cetak supaya anak-anak tidak membaca melalui gadget,” katanya.

Orang Tua Jadi Contoh

Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam menumbuhkan minat baca anak. Orang tua diharapkan dapat memberikan contoh, motivasi, serta membiasakan anak membaca buku yang disukai terlebih dahulu.

“Peran keluarga sangat penting karena memang yang memberikan masukan, memberikan motivasi, kepada anak-anak, kepada anggota keluarga lain untuk membaca buku yang digemari dulu aja yang disukai, atau yang paling dekat dengan membaca buku pelajaran sekolah,” tuturnya.

Eko menerangkan, pihaknya meluncurkan empat judul buku bertema dinosaurus yang disusun berdasarkan hasil penelitian yang dihimpun oleh tim penulis dari lembaga riset internasional yang berpusat di China. Dari sisi visual, buku dirancang dengan gambar yang lebih jernih dan realistis untuk memudahkan anak memahami materi.

Dia pun menyampaikan, meski teknologi digital terus berkembang, budaya membaca buku cetak dinilai tetap perlu dipertahankan.

“Seharusnya, gemar membaca harus dilakukan melalui buku fisik meskipun ditengah teknologi sepeti sekarang ini. Kalau fisik mendukung secara real. Jadi bacalah tetap melalui buku cetak,” jelasnya.