Penyalur ART Ungkap Dugaan Intimidasi dari Erin: Saya Orang Hebat, Teman Polisi dan Pejabat Semua

Vonita Medium.jpeg

Minggu, 10 Mei 2026 – 13:48 WIB

(Kiri ke Kanan) Penyalur asisten rumah tangga (ART) Nia Damanik, Mantan ART Herawati, dan Kuasa Hukum Natalius Bangun melakukan konferensi pers terkait dugaan kekerasan yang dilakuka mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Triguna, alias Erin di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (9/5/2026). (Dokumentasi: Inilah.com/ Vonita).

(Kiri ke Kanan) Penyalur asisten rumah tangga (ART) Nia Damanik, Mantan ART Herawati, dan Kuasa Hukum Natalius Bangun melakukan konferensi pers terkait dugaan kekerasan yang dilakuka mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Triguna, alias Erin di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (9/5/2026). (Dokumentasi: Inilah.com/ Vonita).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Penyalur asisten rumah tangga (ART) Nia Damanik mengungkap dugaan intimidasi yang dilakukan mantan istri pesohor Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin, dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap ART bernama Herawati. Nia mengaku menerima pesan bernada ancaman saat hendak menjemput Herawati dari rumah Erin.

Kuasa hukum Herawati, Natalius Bangun, mengatakan pesan tersebut diteruskan oleh satpam rumah Erin kepada pihak penyalur.

“Pak, nanti kalau ada orang datang ngaku-ngaku dari penyalur pembantu Hera, langsung usir aja ya Pak,” kata Natalius membacakan isi pesan tersebut, di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Dalam pesan yang sama, Natalius mengatakan Erin meminta pihak penyalur melapor ke polisi terlebih dahulu apabila ingin menjemput Herawati. Ia juga menyoroti bagian pesan lain yang dinilai bernada intimidatif karena membawa-bawa nama aparat dan pejabat.

“Bilang saya orang hebat orang penting teman-teman polisi pejabat semua. Gertak aja ya Pak,” ujar Natalius membacakan isi percakapan.

Lebih lanjut, Nia mengatakan dirinya sempat datang secara baik-baik bersama suaminya untuk menjemput Herawati setelah menerima laporan dugaan kekerasan. Namun, kedatangannya tidak diterima sehingga dirinya meminta pendampingan polisi dari Polsek Pesanggrahan.

“Saya bilang ke Pak Polisi, ‘Pak, apa kita tidak bisa secara baik-baik?’” ujar Nia.

Di sisi lain, Herawati mengaku mendapat tekanan verbal setelah melaporkan dugaan pemukulan kepada penyalur. Ia mengatakan Erin sempat memakinya serta menghina pihak yayasan penyalur.

“Kenapa kamu laporan ke Ibu yayasan kamu? Kamu nih tolol! Yayasan kamu juga tolol!” kata Herawati menirukan ucapan Erin.

Pihak Herawati memastikan proses hukum tetap berjalan meski pihak Erin membuat laporan balik terkait dugaan pelanggaran data pribadi.

“Sampai dengan detik ini proses akan tetap kita jalankan terus,” ungkap Natalius.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang