Ilustrasi vaksin HPV. (Dok. Bumame)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dokter medis sekaligus edukator kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Muhammad Fajri Adda’i mengatakan hantavirus adalah sebuah virus yang ditularkan dari tikus ke manusia. Namun sayangnya, penyakit yang memiliki tingkat kematian hingga 40 persen ini, belum memiliki vaksin khusus.
“Saat ini belum ada vaksin khusus untuk mencegah hantavirus, jadi hanya yang mencegah menggigit dan membunuh rodensianya ya,” ujar Fajri kepada inilah.com saat dihubungi di Jakarta, dikutip Jumat (8/5/2026).
Menurutnyaa, hantavirus bukan virus baru melainkan sudah ada sejak dahulu. Misalnya saja kasus yang mencuat pada 1978 di Korea Selatan di Sungai Hantan. Dia menjelaskan bila dahulu virus ini akan menyebabkan masalah pada ginjal, namun hari ini justru hantavirus menyasar ke paru-paru.
“Penularan hantavirus ini adalah aerosol, jadi seram juga ya, partikel padat atau cair yang terdapat di udara yang mengandung virus yang terkontaminasi. Jadi tikus mengeluarkan tinja, urin atau air liur lalu menguap dan kita menghirup itu, itu yang mengerikan,” ungkapnya.
Meski begitu, virus ini penularannya tidak ada dari manusia ke manusia, melainkan hanya tikus ke manusia. Fajri menyebut hal yang juga membuat masyarakat was-was tentu karena publik tak bisa mengidentifikasi mana tikus yang membawa hantavirus dan mana yang tidak
“Dan kita enggak bisa tahu tikus ini mengandung hantavirus atau enggak, kalau rabies itu kan bisa diidentifikasi, tapi kalau hantavirus tidak bisa diidentifikasi,” tegasnya.
Oleh karena itu, dia menekankan pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan menjadi aspek paling penting.
“Menutup lubang di rumah, kalau di kapal ya harus dibersihkan kapalnya dan dilihat sarang-sarangnya mau enggak mau, karena itu bahaya. Kemudian pasang perangkap, harus di-cleaning, daerah-daerah yang kumuh dibersihkan, pakai alas kaki,” ujarnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













