Pentagon ‘Gertak’ Vatikan Buntut Kritik Perang Iran, Paus Leo XIV Batalkan Kunjungan ke AS

Hubungan diplomatik antara Washington dan Takhta Suci Vatikan dilaporkan berada di titik nadir. Pejabat Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dikabarkan melontarkan ancaman bernada intimidasi terhadap perwakilan Vatikan menyusul kritik keras Paus Leo XIV terhadap kebijakan perang pemerintahan Donald Trump di Iran.

Laporan The Free Press mengungkapkan, ketegangan ini bermula pada Januari lalu saat Pentagon memanggil diplomat tinggi Vatikan, Kardinal Christophe Pierre. Dalam pertemuan tertutup tersebut, Pentagon meminta Vatikan untuk ‘manut’ dan menyelaraskan suaranya dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Wakil Menteri Perang Bidang Kebijakan, Elbridge Colby, secara terang-terangan meminta Vatikan berpihak pada AS. Colby sesumbar bahwa Washington memiliki kekuatan militer yang mampu melakukan apa pun di panggung dunia.

Bahkan, sumber internal menyebut salah satu pejabat Pentagon sempat mengungkit sejarah kelam ‘Kepausan Avignon’—sebuah periode di Abad Pertengahan saat Takhta Suci sepenuhnya dikendalikan oleh kekuatan militer Raja Prancis. Pernyataan ini dinilai sebagai gertakan simbolis bahwa AS bisa melakukan hal serupa di era modern.

Pemicu: Pidato ‘Semangat Perang’

Kemarahan pemerintahan Trump dipicu oleh pidato State of the World Paus Leo XIV pada Januari 2026. Dalam pidatonya, pemimpin agama asal Amerika Serikat tersebut mengecam keras ‘semangat perang yang meluas’ dan mengkritik kegagalan diplomasi yang kini justru digantikan oleh adu kekuatan otot militer.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan sejumlah pejabat senior Pentagon dilaporkan ‘sangat marah’ dengan sikap Paus. Mereka menilai kritik tersebut merongrong legitimasi operasi militer AS di Timur Tengah.

Sebagai bentuk protes atas perlakuan kasar Pentagon terhadap Kardinal Pierre, Paus Leo XIV dilaporkan telah membatalkan rencana kunjungan resminya ke Amerika Serikat. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Vatikan tidak akan tunduk pada tekanan militeristik Washington.

Klarifikasi Pentagon

Di sisi lain, Pentagon mencoba mendinginkan suasana. Juru bicara Pentagon mengonfirmasi adanya pertemuan tersebut, namun membantah narasi intimidasi yang beredar.

“Pertemuan antara pejabat Pentagon dan Vatikan merupakan diskusi yang penuh hormat dan masuk akal. Kami sangat menghargai dialog dengan Takhta Suci,” ujar juru bicara tersebut. 

Ia menegaskan bahwa laporan mengenai ketegangan dalam pertemuan itu telah “dilebih-lebihkan dan didistorsi.”

Sentimen Anti-Perang Paus Leo XIV

Perseteruan ini merupakan puncak dari ketegangan yang terbangun selama beberapa bulan terakhir. Paus Leo XIV secara konsisten mengkritik langkah Presiden Donald Trump yang mengobarkan perang terbuka di Iran sejak 28 Februari lalu.

Konflik tersebut diketahui telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS dan Israel. Dalam khotbah Minggu Paskah barunya, Paus Leo XIV bahkan melontarkan sindiran tajam yang diyakini ditujukan langsung kepada Trump.

Paus menegaskan bahwa Tuhan menolak doa ‘orang-orang yang berperang’, sebuah pernyataan yang kian memperlebar jarak antara moralitas Takhta Suci dan ambisi politik Gedung Putih.