Pengguna Kripto Global Tembus 580 Juta, Gen Z dan Milenial Jadi Dominasi Pasar

Ibnu Medium.jpeg

Kamis, 11 Desember 2025 – 20:00 WIB

Ilustrasi. (Foto: istock)

Ilustrasi. (Foto: istock)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

PINTU berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar program edukasi “Pintu Goes to Campus” di Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta, Selasa (9/12/2025). Acara yang mengangkat tema “Kripto untuk Mahasiswa: Melek Ilmu Cuan Mengalir” ini diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa.

Kepala Direktorat Perizinan dan Pengendalian Kualitas Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Catur Karyanto Pilih, menekankan bahwa literasi digital dan keuangan adalah syarat mutlak sebelum seseorang terjun ke dunia investasi aset kripto.

“Literasi digital dan literasi keuangan menjadi syarat utama sebelum terjun ke dunia aset crypto. Pemahaman literasi yang kuat membantu masyarakat mengenali manfaat dan risiko sehingga dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak,” ujar Catur dalam sambutannya.

WhatsApp Image 2025-12-11 at 12.21.47 (1).jpeg

Ia menambahkan, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga agen perubahan yang mampu mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan keuangan digital secara tepat.

Sementara itu, Dosen Universitas Bina Nusantara, Dr. Hugo Prasetyo W., mengungkapkan bahwa Binus telah menyiapkan kurikulum terintegrasi untuk mendukung pemahaman mahasiswa terhadap teknologi ini.

“Binus memiliki kurikulum terintegrasi. Teman-teman yang mau tahu crypto bisa belajar coding di crypto science… Bahkan kami memiliki Beehive yakni laboratorium khusus untuk cryptocurrency,” jelas Hugo. Ia berharap mahasiswa Binus dapat berperan sebagai inovator, bukan sekadar konsumen.

Chief Marketing Officer PINTU, Timothius Martin, menyatakan bahwa edukasi ini krusial mengingat demografi pengguna kripto didominasi oleh anak muda. 

Mengutip laporan CoinLaw 2025, pengguna kripto global meningkat 34% menjadi 580 juta pengguna, dengan mayoritas berada di rentang usia 18-34 tahun.

“Indonesia kebanjiran bonus demografi anak muda usia produktif yang juga mendominasi pengguna aset crypto dalam negeri. Ini menjadi berkah sekaligus tantangan besar utamanya dari sisi literasi dan inklusi,” tutur Timothius.

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti dan pendiri TradeWithSuli, Sulianto Indria Putra, yang memberikan pandangan mengenai aspek ekonomi dan teknis perdagangan aset digital.

Topik
Komentar