Pemerintah Gulirkan Paket Stimulus Idulfitri 1447 H, Jaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi

Vonita Medium.jpeg

Selasa, 3 Maret 2026 – 17:34 WIB

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan terkait paket stimulus ekonomi Idulfitri 1447 H di Jakarta, Selasa (3/3/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan terkait paket stimulus ekonomi Idulfitri 1447 H di Jakarta, Selasa (3/3/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah resmi menggulirkan paket stimulus ekonomi Idulfitri 1447 Hijriah pada Selasa (3/3/2026) guna menjaga daya beli masyarakat dan memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga menjelang hari raya. 

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan kebijakan ini diberikan bagi aparatur negara, pekerja swasta, hingga kelompok masyarakat rentan.

Bagi ASN, TNI/Polri, dan pensiunan, Teddy menyampaikan tunjangan hari raya (THR) diberikan penuh 100 persen. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun atau naik 10 persen dibandingkan tahun lalu dengan total 10,5 juta penerima.

“2,4 juta ASN Pusat/TNI/Polri sebesar Rp22,2 triliun; 4,3 juta ASN Daerah sebesar Rp20,2 triliun; serta 3,8 juta pensiunan sebesar Rp12,7 triliun,” kata Teddy dalam keterangan tertulisnya.

“Sudah mulai cair secara bertahap sejak 26 Februari 2026. THR berbeda dengan gaji ke-13 yang baru cair paling cepat Juni nanti,” ujarnya menambahkan.

Selain itu, Teddy mengatakan pemerintah juga menegaskan kewajiban pembayaran THR bagi pekerja swasta secara penuh dan tepat waktu. Menurutnya, THR bagi 26,5 juta pekerja wajib diterima paling lambat H-7 Lebaran dan tidak diperkenankan dibayarkan secara mencicil.

“Perusahaan yang melanggar akan kena sanksi administratif plus denda 5 persen. (Penerima) 26,5 juta pekerja (peserta aktif BPJS Naker kategori Penerima Upah), (total) Rp124 triliun,” tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah bersama perusahaan aplikator seperti Goto, Grab, Maxim, dan inDrive menyiapkan bonus hari raya (BHR) khusus bagi pengemudi ojek daring dan kurir. Dana sekitar Rp220 miliar disepakati untuk sekitar 850 ribu mitra pengemudi.

“Penyaluran didorong lebih cepat, yaitu antara H-14 sampai H-7 Idulfitri,” ucapnya.

Sebagai pelengkap, pemerintah turut menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk 35,04 juta keluarga. Diskon transportasi dengan nilai subsidi Rp911,16 miliar juga disiapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik.

“WFA (work from anywhere), berlaku untuk ASN dan pekerja swasta pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 agar mobilitas lebih fleksibel,” paparnya.