Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Integrated Terminal Jakarta, Koja, Jakarta Utara, Minggu (28/12/2025) malam.(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah berencana menghentikan impor solar tahun depan.
Menurutnya, operasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional diperkirakan akan membuat Indonesia kelebihan pasokan solar di tahun 2025.
“Solar nanti 2026 itu, kalau RDMP kita sudah jadi, itu surplus kalau lebih sekitar 3-4 juta. Nah, agenda kami 2026 itu nggak ada impor solar lagi,” kata Bahlil kepada wartawan di Integrated Terminal Jakarta, Koja, Jakarta Utara, Minggu (28/12/2025) malam.
Kebijakan tersebut, ungkap Bahlil, akan diserahkan kembali kepada Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. Jika Pertamina sanggup menghentikan impor pada Maret 2026, maka dua bulan sebelumnya pemerintah akan memangkas impor solar perlahan.
“Mungkin sedikit yang bisa kita lagi exercise, tapi itu pun lagi saya exercise ya. Kalau katakanlah Januari, Februari pun enggak perlu impor, ya enggak usah. Ngapain impor?” ujarnya.
Sementara itu, Bahlil juga menyebut kilang milik Indonesia akan dimaksimalkan memenuhi standar kualitas kendaraan. Ia pun mengungkap larangan impor solar akan berlaku bagi SPBU swasta.
“Termasuk swasta (tidak impor solar),” ungkapnya.














