Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (24/4/2026). (Foto: ANTARA/Bayu Saputra).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemerintah menyiapkan langkah intervensi untuk menuntaskan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh). Pemerintah tak ingin utang proyek kereta Whoosh dibebankan kepada KCIC selaku pengelola. Namun harus tanggung renteng dengan China.
Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria mengatakan, penyelesaian persoalan finansial proyek ini harus diarahkan pada keberlanjutan operasional kereta cepat ke depan. “Kereta Whoosh telah memberi dampak positif bagi perekonomian,” kata Dony di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Namun, beban utang proyek tidak bisa ditanggung operator semata. “Untuk penyelesaian finansial inilah yang kami cari solusinya. Mau tidak mau tentu harus ada keterlibatan pemerintah di dalam penyelesaian ini. Karena kalau dibebankan kepada kereta api saja, tentu tidak cukup untuk menanggung beban finansialnya,” kata Dony.
Ia menegaskan, intervensi pemerintah merupakan bentuk keberpihakan terhadap transportasi publik. Skema intervensi masih difinalisasi dan akan diumumkan setelah koordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa rampung.
Di sisi lain, CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, menyebut keputusan restrukturisasi secara administratif telah diambil. Tinggal menunggu waktu pengumuman.
“Sudah diputuskan oleh Pak Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Nanti diperiksa secara resminya dan dia yang mengumumkan,” ujar Rosan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan restrukturisasi utang proyek Whoosh telah rampung. “Sudah kelar (restrukturisasi), tinggal diumumkan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Pemerintah juga telah menyampaikan hasil tersebut kepada Pemerintah China. Langkah ini ditempuh untuk menjaga hubungan bilateral jangka panjang serta kepercayaan kedua negara.
“Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan China. Kan ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China. Saya bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan, tinggal diumumkan,” kata Purbaya.
Utang Kereta Whoosh
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh merupakan proyek strategis nasional yang digarap sejak 2016 dan resmi beroperasi pada Oktober 2023.
Nilai investasi proyek jumbol ini mencapai US$7,27 miliar atau setara Rp118,37 triliun dengan kurs Rp16.283/US$.
Angka itu sudah termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar US$1,2 miliar. Dari total investasi tersebut, sekitar 75 persen dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB). KCJB digarap di bawah pengelolaan konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Sebanyak 60 persen saham konsorsium itu dipegang PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan sisanya dimiliki konsorsium China Railway yang terdiri dari lima perusahaan.
Di mana, PSBI terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (Perseo/KAI) yang menguasai saham mayoritas sebesar 58,5 persen. Disusul PT Wijaya Karya (Persero) sebesar 33,4 persen, PT Jasa Marga 7,1 persen, dan PT Perkebunan Nusantara VIII sebesar 1,03 persen.
Pada 2024, PSBI mencatat kerugian sekitar Rp4,2 triliun dan hingga saat ini masih terus berlanjut. Per semester I-2025, kerugian itu tercatat senilai Rp1,63 triliun. Adapun nilai rugi bersih PSBI yang dikontribusikan ke KAI mencapai Rp951,5 miliar per Juni 2025.
Dan, PT KAI yang mempunyai saham mayoritas dalam konsorsium PSBI, menjadi perusahaan yang paling apes. Karena harus menanggung beban paling besar, baik dalam bentuk biaya operasional kereta cepat maupun pengembalian utang.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













