Legenda sepak bola Jepang Kazuyoshi Miura. (Foto: FT)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Legenda sepak bola Jepang Kazuyoshi Miura kembali menantang batas usia. Striker yang dijuluki King Kazu itu resmi melanjutkan karier profesionalnya pada usia 58 tahun setelah bergabung dengan klub J.League 3, Fukushima United FC, untuk musim 2026. Keputusan ini menegaskan status Miura sebagai pemain profesional tertua di dunia yang masih aktif.
Miura akan menjalani masa peminjaman keempat secara beruntun dari Yokohama FC. Ia dijadwalkan berusia 59 tahun pada Februari mendatang, hanya sebulan setelah resmi memulai petualangan barunya bersama Fukushima United. Di tengah tren pemain pensiun di usia awal 30-an, langkah Miura terasa nyaris tak masuk akal, namun justru itulah yang membuat kisahnya terus relevan dan inspiratif.
Dalam pernyataan resminya, Miura menegaskan bahwa usia tidak pernah mengurangi gairahnya terhadap sepak bola. Ia menyebut kepindahan ke Fukushima sebagai tantangan baru yang ingin dijalani dengan semangat penuh. Miura juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan klub dan berjanji akan berkontribusi maksimal di dalam maupun luar lapangan.
Karier profesional Miura nyaris menyentuh empat dekade. Ia memulai perjalanan panjangnya pada 1986 di Brasil bersama Santos dan Palmeiras, sebuah fakta yang sering disorot karena bertepatan dengan tahun kelahiran gelandang Inggris James Milner, yang hingga kini juga dikenal karena umur panjang kariernya. Dari Amerika Selatan, Miura menapaki panggung Asia dan Eropa, termasuk memperkuat Genoa di Italia dan Dinamo Zagreb di Kroasia sebelum pergantian milenium.
Di level internasional, Miura mencatatkan 89 penampilan bersama timnas Jepang. Ia merupakan ikon generasi awal Samurai Blue dan turut mengangkat prestise sepak bola Jepang di Asia, termasuk tampil di Piala Asia 1992. Meski caps terakhirnya bersama timnas senior tercatat pada tahun 2000, Miura bahkan masih sempat memperkuat tim futsal Jepang, sebuah pencapaian langka bagi pemain lapangan.
Keputusan Miura untuk terus bermain bukan semata romantisme masa lalu. Bagi sepak bola Jepang, keberadaannya menjadi simbol dedikasi, profesionalisme, dan kecintaan murni terhadap olahraga. Di ruang ganti, ia kerap dipandang sebagai figur panutan bagi pemain muda, sementara di lapangan, setiap menit yang ia jalani menjadi pengingat bahwa karier sepak bola tidak selalu tunduk pada usia biologis.
Musim 2026 bersama Fukushima United bukan sekadar tambahan kontrak bagi Miura. Ini adalah pernyataan bahwa semangat kompetisi masih menyala. King Kazu mungkin semakin mendekati usia 60, tetapi kisahnya belum menemukan titik akhir. Selama masih mampu berlari dan bersaing, legenda Jepang itu memilih terus menulis sejarahnya sendiri.














