Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menunjukkan jersey Timnas pada acara perkenalan pelatih baru Timnas Indonesia di Jakarta, Selasa (13/1/2026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Keputusan PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia mendapat dukungan penuh dari pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni. Pria yang akrab disapa Bung Kus itu menilai Herdman adalah kepingan puzzle yang dibutuhkan Indonesia untuk membidik target jangka panjang: Piala Dunia 2030.
Herdman, yang baru saja diperkenalkan secara resmi dalam jumpa pers pada Selasa (13/1/2026), dinilai memiliki kualifikasi unik yang jarang dimiliki pelatih lain.
“Pemilihan Herdman adalah keputusan yang tepat. Untuk mengejar mimpi lolos ke Piala Dunia 2030, kita memang butuh lebih dari sekadar pelatih timnas,” ujar Bung Kus di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Rekam Jejak “Spesialis Sejarah”
Optimisme Bung Kus bukan tanpa dasar. Herdman datang dengan portofolio mentereng sebagai spesialis pencetak sejarah. Ia sukses membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar, mengakhiri penantian panjang negara tersebut selama 36 tahun.
Tak hanya di sektor putra, magis Herdman juga terbukti di sepak bola wanita. Ia meloloskan Timnas Putri Selandia Baru ke Piala Dunia 2007 dan 2011, serta membawa Timnas Putri Kanada menembus perempat final Piala Dunia 2015.
“Herdman memenuhi kriteria itu. Dia pelatih yang bagus dengan kinerja yang telah teruji bersama timnas Kanada putra maupun putri,” tambah Bung Kus.
Seorang Konseptor, Bukan Hanya Taktisi
Namun, menurut Bung Kus, nilai jual utama Herdman bukan hanya pada trofi atau kelolosan turnamen, melainkan kemampuannya membangun sistem. Indonesia, yang infrastruktur sepak bolanya masih berkembang, membutuhkan sosok arsitek sistem (conceptor), bukan sekadar peracik taktik di lapangan hijau.
“Lebih dari sekadar berprestasi, Herdman juga seorang konseptor yang baik. Itu tercermin dari cara dia membangun sepak bola Kanada dengan berbagai proyek yang mampu mengangkat negara itu masuk jajaran elite,” analisisnya.
Filosofi Herdman yang menggabungkan pengembangan potensi pemain lokal dengan rekrutmen pemain berkualitas (diaspora) dinilai sangat selaras dengan strategi PSSI saat ini.
Kemiripan Situasi Indonesia dan Kanada
Menariknya, Bung Kus menyoroti adanya kemiripan ekosistem sepak bola antara Indonesia dan Kanada sebelum era keemasan mereka. Hal ini juga sempat disinggung oleh asisten pelatih fisik Herdman, Cesar Meylan.
“Kanada memang beda dengan Indonesia. Tapi ada sejumlah kemiripan dalam persoalan infrastruktur pembinaan, kualitas liga, dan keterbatasan SDM di bidang sepak bola,” jelas Bung Kus.
Dengan pengalaman Herdman menyulap Kanada dari negara “kelas dua” menjadi kekuatan baru yang disegani, harapan besar kini tertumpu di pundaknya untuk melakukan revolusi serupa di Skuad Garuda demi tiket ke Piala Dunia 2030.














