PBB: 3,4 Juta Warga Somalia Terancam Kelaparan Akut, Bantuan Kemanusiaan Nyaris Lumpuh!

Ikhsan Medium.jpeg

Sabtu, 15 November 2025 – 02:03 WIB

PBB umumkan 3,4 juta orang Somalia hadapi kerawanan pangan akut akibat kekeringan parah. (Foto: worldvision.org.uk)

PBB umumkan 3,4 juta orang Somalia hadapi kerawanan pangan akut akibat kekeringan parah. (Foto: worldvision.org.uk)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui juru bicaranya mengumumkan, sekitar 3,4 juta orang di Somalia saat ini berada dalam tingkat kerawanan pangan akut yang sangat tinggi. Yang lebih tragis, lebih dari 620 ribu jiwa di antara mereka menghadapi tingkat kerawanan pangan darurat, yang berarti nyawa mereka terancam kelaparan.

Dalam taklimat harian di depan wartawan pada Kamis (13/11/2025), Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengungkapkan laporan dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Laporan tersebut menegaskan bahwa kekeringan parah yang melanda Somalia telah menempatkan nyawa jutaan orang dalam risiko besar. Ironisnya, upaya bantuan kemanusiaan kini menghadapi tembok tebal karena dana yang menipis.

Kekeringan Meluas dan Ancaman Malanutrisi Anak

Dujarric menjelaskan bahwa awalnya, kekeringan paling parah melanda wilayah timur dan utara Somalia. Namun, kondisi ekstrem ini kini mulai meluas dan merembet hingga ke Somalia tengah dan selatan.

Dengan cepatnya penyebaran kekeringan, OCHA memperkirakan bahwa antara Oktober hingga Desember, lebih dari satu dari lima penduduk di Somalia akan menghadapi tingkat kerawanan pangan yang tinggi. Ini adalah prediksi yang mengindikasikan lonjakan krisis kelaparan yang tak terhindarkan.

Situasi yang tak kalah memprihatinkan adalah ancaman serius terhadap gizi anak-anak. Dujarric menambahkan, diperkirakan 1,9 juta anak balita atau anak di bawah usia lima tahun akan menderita malanutrisi akut terhitung sejak Agustus tahun ini hingga Juli tahun depan.

Krisis gizi ini mengancam masa depan satu generasi di Somalia.

Keadaan Darurat Dideklarasikan, Dana Bantuan Mandek

Menyikapi bencana yang kian memburuk, pekan ini pemerintah Somalia secara resmi menyatakan keadaan darurat kekeringan di seluruh negara.

Pengumuman ini menjadi seruan keras bagi komunitas internasional dan badan-badan kemanusiaan agar segera meningkatkan upaya penyelamatan nyawa di berbagai sektor krusial, mulai dari gizi, kesehatan, air bersih, hingga ketahanan pangan.

Namun, seruan darurat ini muncul di tengah kenyataan pahit: organisasi bantuan terpaksa mengurangi, bahkan menghentikan, bantuan darurat karena kekurangan dana yang parah.

Juru bicara PBB itu merinci bahwa Rencana Kebutuhan dan Respons Kemanusiaan untuk Somalia (Humanitarian Needs and Response Plan) yang totalnya senilai US$1,4 miliar (sekitar Rp23,4 triliun) baru terealisasi pendanaannya sebesar 22 persen.

Mandeknya pendanaan ini membuat upaya penyelamatan jutaan jiwa menjadi terhambat. Jika bantuan finansial global tidak segera mengalir, kerawanan pangan akut di Somalia dikhawatirkan akan segera berubah menjadi bencana kelaparan yang lebih besar.
 

Topik
Komentar