Penampakan pagar besi tinggi yang mengelilingi Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Minggu (2/8/2026), sebelum kemudian akhirnya dibongkar pada Senin (3/8/2026). (Foto: Antara/Luthfia Miranda Putri)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Fenomena bermunculannya pagar besi tinggi berujung tajam di sejumlah pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran di Jakarta serta beberapa kota besar mendadak menyita perhatian media internasional. Langkah ekstra dari para pengelola gedung ini sempat memicu spekulasi panas di tengah masyarakat terkait potensi gelombang demonstrasi dan kerusuhan.
Media asal Singapura, Channel News Asia, dalam laporkannya merilis bahwa terpasangnya barikade rapat tersebut langsung direspons cepat oleh pihak berwenang dan jajaran pengelola bisnis untuk meredam kepanikan publik.
Barikade Baja di Mal hingga Bank BUMN
Dalam laporan tersebut dibeberkan, pagar pembatas berbahan baja dengan tinggi berkisar dua hingga lima meter –yang turut dilengkapi ujung berduri tajam– terlihat dipasang di luar area mal, gedung perkantoran, hingga bank BUMN. Pemandangan ini tak hanya dijumpai di Jakarta, tetapi juga merambah Surabaya, Yogyakarta, sampai Surakarta dalam sepekan terakhir.
Di wilayah ibu kota, pusat keramaian seperti Kota Kasablanka, Blok M Plaza, dan fX Sudirman, hingga jajaran bank BUMN di kawasan Slipi, tercatat memasang benteng baja ini tepat di sekitar pintu masuk utama mereka.
Diskusi hangat di media sosial pun liar mengaitkan pemandangan ini dengan trauma masa lalu. Warganet khawatir ada sinyal bakal terulangnya gelombang protes besar seperti yang melumpuhkan berbagai wilayah Indonesia pada Agustus 2025 lalu –peristiwa yang kala itu memaksa mal tutup sementara dan berujung kerusuhan mematikan serta kerugian materiil miliaran rupiah.
Gubernur dan Polisi Garansi Jakarta Aman
Menanggapi liar rumor tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung bersama jajaran kepolisian bergerak cepat menenangkan suasana. Pemerintah memastikan kondisi ibu kota saat ini berada dalam situasi yang sangat aman dan terkendali.
Pramono mengaku paham betul atas kekhawatiran pelaku usaha terhadap potensi kerusuhan berulang. Namun, ia mengimbau agar dunia usaha tidak bereaksi berlebihan dengan mendirikan pembatas yang justru memantik kecemasan baru di tengah warga.
“Sebagai Gubernur Jakarta, saya berkoordinasi dengan kepolisian, militer, dan instansi lain untuk menjaga Jakarta tetap aman,” tegas Pramono Anung.
Seirama dengan Gubernur, Polda Metro Jaya melalui Juru Bicara Budi Hermanto menegaskan, sampai detik ini tidak ada indikasi ancaman keamanan maupun surat pemberitahuan resmi terkait rencana unjuk rasa skala besar. Tim preventif dan patroli kepolisian juga terus diperketat di seluruh penjuru Jakarta hingga wilayah aglomerasi seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi.
APPBI Tepis Isu Kerusuhan, Pagar Mulai Dibereskan
Di sisi lain, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) meluruskan simpang siur informasi. Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menegaskan bahwa pemasangan pagar tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan persiapan menghadapi kerusuhan.
Tujuan utamanya, kata Alphonzus, murni untuk menertibkan alur pejalan kaki yang hendak keluar dan masuk area mal.
“Hal ini meminimalkan risiko keselamatan pengunjung dan memperbaiki kelancaran lalu lintas,” ungkapnya.
Penjelasan senada diutarakan Direktur Pemasaran Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi. Pihaknya membantah jika pemasangan pagar di area properti mereka didorong oleh rasa takut akan demonstrasi. Pagar tersebut diklaim sebatas fitur keamanan standar layaknya di kompleks perumahan agar lingkungan lebih tertib.
Menindaklanjuti imbauan persuasif dari Gubernur Pramono, sejumlah pengelola mal di Jakarta terpantau mulai melunak dan membongkar barikade tersebut. Salah satunya mal Kota Kasablanka di Jakarta Selatan, yang pada Senin (3/8/2026) sudah mencopot pagar besi setinggi 2,5 meter yang sempat menutupi akses utama pejalan kaki.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













