Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (Foto: ANTARA/Putu Indah Savitri).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Waktu tinggal seminggu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengejar produksi minyak siap jual (lifting) sebanyak 605 ribu barel.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengaku optimistis mampu meraup target lifting. Saat ini, realisasi lifting minyak, saat ini, masih berada di kisaran 600.000 barel per hari (bph).
“Di hari-hari terakhir ini komanya masih belum pas di 605.000. Jadi kita masih cari nol koma sekian agar mencapai 605.000 barel per hari,” kata Laode di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Laode menegaskan, Kementerian ESDM bakal melakukan upaya ekstra untuk mengejar kekurangan lifting di sisa akhir tahun ini. Dia optimis target lifting bisa dikejar pekan depan.
“Kita sedang upayakan, semoga dalam 7 hari ini bisa kita kejar untuk angka tersebut,” kata Laode.
Di sisi lain, Laode menerangkan, produksi gas nasional berada di sekitar 6.500 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) dengan konsumsi dalam negeri sekitar 4.500 MMscfd dan ekspor sekitar 2.000 MMscfd.
Laode mengungkapkan, upaya pemenuhan kebutuhan gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) untuk 2026. Tahun ini, kebutuhan gas dalam negeri dan ekspor sempat mengalami persoalan.
Hingga akhirnya dilakukan pengalihan ekspor sejumlah kargo LNG, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu. Setelah itu, kebutuhan LNG ditetapkan per bulanan.
Sementara untuk 2026, Laode memastikan, kementeriannya sudah mengamankan pasokan LNG untuk domestik dan ekspor hingga semester I-2026.
“Pada 2025, saya dan direktur hulu agak lari-lari karena di tahun 2025 ini, tuh menentukan alokasi gas untuk domestik itu berebut sama yang ekspor, sehingga ditetapkannya monthly,” kata Laode.
(










