OpenAI Resmi Tutup Aplikasi Video Sora, Disney Batal Investasi 1 Miliar Dolar

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 25 Maret 2026 – 11:00 WIB

Sora 2 Resmi Rilis: Aplikasi Video AI OpenAI Picu Kekhawatiran Hak Cipta. (Foto: Cined)

Sora 2 Resmi Rilis: Aplikasi Video AI OpenAI Picu Kekhawatiran Hak Cipta. (Foto: Cined)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Langkah mengejutkan datang dari raksasa kecerdasan buatan, OpenAI. Perusahaan pimpinan Sam Altman tersebut secara resmi mengumumkan akan menutup Sora, aplikasi pembuat video AI generatif andalannya, yang berujung pada batalnya kesepakatan bernilai fantastis dengan raksasa hiburan, Disney.

Tanpa memberikan alasan yang rinci, tim Sora merilis pernyataan perpisahan pada hari Selasa.

“Kami mengucapkan selamat tinggal pada Sora. Kepada semua orang yang berkreasi dengan Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih. Apa yang Anda buat dengan Sora sangat berarti, dan kami tahu berita ini mengecewakan,” tulis OpenAI. Mereka menambahkan bahwa detail mengenai penutupan aplikasi, akses API, dan cara pengguna menyimpan karya mereka akan segera diumumkan.

Dengan ditutupnya aplikasi Sora, ChatGPT juga dipastikan tidak akan lagi memiliki kemampuan menghasilkan video dari perintah teks.

Efek Domino: Disney Batal Investasi Rp 15 Triliun

Pengumuman ini memicu efek domino instan. Disney memutuskan untuk mengakhiri kemitraan strategisnya dengan OpenAI, sekaligus membatalkan rencana kucuran investasi senilai $1 miliar (sekitar Rp 15,7 triliun).

Padahal, baru tiga bulan lalu kedua perusahaan menandatangani perjanjian lisensi berdurasi tiga tahun. Kesepakatan itu seharusnya memungkinkan Sora untuk men-generate video resmi berdasarkan karakter dari Disney, Marvel, Pixar, dan Star Wars pada awal tahun 2026.

Menanggapi mundurnya OpenAI dari bisnis video, perwakilan Disney menyatakan sikap menghormati keputusan tersebut.

“Seiring dengan berkembang pesatnya bidang AI yang masih baru ini, kami menghormati keputusan OpenAI untuk keluar dari bisnis pembuatan video dan mengalihkan prioritasnya ke tempat lain,” ujar perwakilan Disney kepada Variety. Disney menegaskan akan terus mengeksplorasi teknologi AI dengan platform lain yang menghormati Kekayaan Intelektual (IP) dan hak cipta kreator.

Kontroversi Hak Cipta dan Tekanan Industri

Meski OpenAI tidak membeberkan alasan penutupan, banyak pihak menduga hal ini berkaitan erat dengan tekanan hukum dan penolakan keras dari industri kreatif global.

Sejak Sora 2 diluncurkan pada akhir September 2025 dengan hasil video yang sangat realistis, Hollywood membunyikan alarm tanda bahaya. Model pelatihan Sora 2 menggunakan sistem opt-out, yang memaksa pemilik IP untuk proaktif melapor jika tidak ingin karya mereka disedot oleh sistem AI tersebut.

Protes tidak hanya datang dari Amerika. Pada November 2025, asosiasi konten Jepang, CODA (yang beranggotakan Studio Ghibli), melayangkan surat tuntutan agar OpenAI berhenti menggunakan konten mereka untuk melatih Sora.

Disney sendiri belakangan ini sangat agresif memerangi pelanggaran hak cipta oleh AI. Sebelum membatalkan kerja sama dengan OpenAI, Disney telah mengirimkan surat somasi (cease-and-desist) kepada Google, Meta, dan Character.AI. Disney juga telah menggugat Midjourney dan Minimax, serta baru-baru ini melayangkan ancaman hukum kepada ByteDance terkait model AI video Seedance 2.0.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang